Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Bangladesh Chaos, Mahasiswa Bakar Gedung-Puluhan Orang Tewas

Oleh Redaksi 15
Jumat, 19 Juli 2024
Foto: Demo Bangladesh

Foto: Kerusuhan besar-besaran terjadi di Bangladesh karena kuota pegawai negeri (PNS) yang diberikan pemerintah ke kelompok tertentu (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Bangladesh kini makin membara. Mahasiswa yang marah karena kuota pegawai negeri (PNS) membakar stasiun penyiaran pemerintah pada Kamis waktu setempat.

Sebanyak 39 orang bahkan dilaporkan tewas. Pihak berwenang kini memutus total internet di negeri mayoritas Muslim itu.

Dunia Internasional: Bangladesh Chaos, Mahasiswa Bakar Gedung-Puluhan Orang Tewas

Iklan Indako SeputarSumut

Kejadian berawal dari demonstrasi yang masih pecah di negeri itu. Aparat kepolisian yang makin agresif menembakkan peluru karet ke pendemo.

Mahasiswa yang marah kemudian melawan dan mengejar petugas yang mundur hingga ke markas besar Bangladesh Television (BTV) di ibu kota Dhaka. Para pengunjuk rasa kemudian membakar gedung penerimaan penyiaran dan puluhan kendaraan yang diparkir di luarnya.

Seorang eksekutif stasiun kemudian mengatakan kepada AFP bahwa staf telah mengevakuasi gedung dengan aman. BTV sendiri sebelumnya digunakan Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina berpidato meminta massa tenang.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

“Permintaan pertama kami adalah perdana menteri harus meminta maaf kepada kami,” kata pengunjuk rasa Bidisha Rimjhim, 18 tahun, dikutip AFP Jumat (19/7/2024).

“Keadilan harus ditegakkan bagi saudara-saudara kita yang terbunuh,” tambahnya.

Setelah pembakaran, mengutip data NetBlocks, Bangladesh mengalami pemadaman internet hampir total. Dikatakan bahwa pemadaman menjadi salah satu upaya untuk membatasi media sosial dan membatasi layanan data seluler, komunikasi utama bagi penyelenggara demo.

Perlu diketahui, aksi unjuk rasa hampir dilakukan setiap hari pada bulan ini menuntut diakhirinya sistem kuota yang mencadangkan lebih dari separuh jabatan pegawai negeri untuk kelompok tertentu. Mereka yang diberi jatah termasuk anak-anak veteran perang, pembebasan negara itu melawan Pakistan pada tahun 1971.

Para kritikus mengatakan skema ini menguntungkan anak-anak dari kelompok pro-pemerintah yang mendukung Hasina. Pria 76 tahun itu telah memerintah negara itu sejak 2009 dan memenangkan pemilu keempat berturut-turut pada bulan Januari setelah pemungutan suara tanpa adanya oposisi yang tulus.

Pemerintahan Hasina sendiri telah dituduh oleh kelompok hak asasi manusia menyalahgunakan lembaga-lembaga negara untuk memperkuat kekuasaannya dan membasmi perbedaan pendapat termasuk pembunuhan di luar proses hukum terhadap aktivis oposisi.

Pemerintahannya minggu ini memerintahkan sekolah-sekolah dan universitas-universitas untuk tutup tanpa batas waktu karena polisi meningkatkan upaya untuk mengendalikan situasi hukum dan ketertiban yang memburuk.

Pakar Bangladesh di Universitas Oslo Mubashar Hasan, mengatakan protes tersebut telah berkembang menjadi ekspresi ketidakpuasan yang lebih luas terhadap pemerintahan otokratis Hasina.

“Mereka memprotes sifat represif negara.. Mahasiswa sebenarnya menyebut dia diktator,” ujarnya. (cnbcindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com