Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Banjir Besar di Afrika Selatan, 49 Orang Meninggal-Empat Pelajar Menghilang

Oleh Redaksi 15
Kamis, 12 Juni 2025
Foto: Petugas mengevakuasi korban meninggal akibat banjir di Afrika Selatan .(AP Photo/Hoseya Jubase)

Petugas mengevakuasi korban meninggal akibat banjir di Afrika Selatan .(AP Photo/Hoseya Jubase)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Sebanyak 49 orang meninggal akibat banjir yang melanda wilayah timur Afrika Selatan. Hampir seluruh Provinsi Eastern Cape mengalami cuaca musim dingin yang sangat buruk sejak minggu lalu.

“Saat ini, jumlah korban telah meningkat menjadi 49 jiwa,” jelas pemimpin Eastern Cape, Lubabalo Oscar Mabuyane, mengutip informasi dari pihak kepolisian, sebagaimana dilaporkan oleh AFP pada Rabu (11/6/2025).

Dunia Internasional: Banjir Besar di Afrika Selatan, 49 Orang Meninggal-Empat Pelajar Menghilang

Iklan Indako SeputarSumut

Ia menambahkan bahwa korban yang tewas termasuk empat anak yang ada di dalam bus minibus sekolah yang membawa 13 orang dan ters swept oleh banjir dekat kota Mthatha.

“Sayangnya, keempat pelajar itu telah dipastikan meninggal, bersama dengan pengemudi dan kondektur taksi minibus,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan bahwa empat pelajar lainnya masih dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Di sisi lain, tiga pelajar lainnya telah ditemukan selamat. Mabuyane tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang korban lain akibat badai musim dingin yang parah dan menyatakan bahwa situasinya masih berubah.

“Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di semua daerah yang terdampak,” tambahnya.

Hujan yang sangat lebat dalam beberapa hari terakhir, yang juga mengakibatkan tanah longsor, telah memaksa ratusan keluarga untuk meninggalkan tempat tinggal mereka. Ia menyatakan bahwa telah terjadi kerusakan besar pada infrastruktur vital.

Pada hari Selasa (10/6), tiga anak berhasil diselamatkan setelah berjam-jam berpegangan pada pohon untuk menghindari banjir.

Sejak Senin (9/6), beberapa ratus orang telah mengungsi, terutama dari Distrik OR Tambo dan Amathole, dengan sebagian dari mereka dipindahkan ke sekolah serta balai kota.

Mabuyane sebelumnya menyampaikan kepada SABC News bahwa saat ini hanya ada satu helikopter yang tersedia di wilayah tersebut.

“Kita memerlukan lebih banyak sumber daya. Kita belum pernah mengalami bencana seperti ini, namun saat ini bencana tersebut tidak bisa dihindari akibat perubahan iklim dan pemanasan global,” ujarnya.

Presiden Afsel Buka Suara

Presiden Afsel, Cyril Ramaphosa, menyatakan bahwa kondisi musim dingin yang ekstrem “masih dapat membahayakan jiwa” dan menambahkan bahwa layanan darurat, termasuk dukungan dari Pusat Manajemen Bencana Nasional, “memberikan perhatian yang diperlukan terhadap krisis ini. ”

Ia menghimbau masyarakat Afrika Selatan untuk tetap waspada, peduli, dan bekerja sama saat dampak terburuk dari cuaca musim dingin mulai dirasakan.

Layanan meteorologi nasional Afrika Selatan telah memperingatkan bahwa cuaca dingin yang keras dan ekstrem akan berlanjut setidaknya hingga pertengahan minggu ini.

Salju dan hujan lebat sering terjadi selama musim dingin di Afrika Selatan, namun negara ini juga sangat rentan terhadap dampak dari variasi dan perubahan iklim, yang meningkatkan frekuensi serta tingkat keparahan dari kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, menurut Green Climate Fund. (sg/detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com