Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Banjir-Longsor Sumut: 17 Warga Tewas

Oleh Redaksi 15
Rabu, 26 November 2025
Foto: ilustrasi banjir longsor.(istimewa)

ilustrasi banjir longsor.(istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – ​Bencana banjir dan longsor kini melanda tujuh wilayah kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut). Catatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa kondisi ini merupakan dampak dari hujan deras yang dipicu oleh dua faktor cuaca ekstrem: kehadiran Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu dan teramatinya Bibit Siklon 95B di Selat Malaka.

​Tragedi ini telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan serta gangguan pada aktivitas harian masyarakat. Dilaporkan hingga saat ini, sebanyak 17 warga dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga “mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat,” menurut keterangan tertulisnya pada Rabu (26/11).

Lintas Nasional: Banjir-Longsor Sumut: 17 Warga Tewas

Iklan Indako SeputarSumut

​Muhari menjelaskan lebih lanjut bahwa dari total tujuh wilayah terdampak, empat di antaranya diterjang oleh longsor dan banjir secara bersamaan. Daerah tersebut adalah Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Sementara itu, tiga wilayah lainnya—Kabupaten Mandailing Natal, Kota Padangsidimpuan, dan Nias Selatan—dilaporkan hanya terendam oleh banjir saja.

​Fokus laporan awal dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Rabu (26/11), pukul 07.00 WIB, menyoroti Kabupaten Sibolga. Di Sibolga, cuaca ekstrem berupa hujan deras yang berlangsung lebih dari dua hari menjadi pemicu utama serangkaian bencana banjir dan tanah longsor. Wilayah-wilayah terdampak banjir mencakup Kelurahan Angin Nauli di Kecamatan Sibolga Utara, Kelurahan Aek Habil dan Aek Muara Pinang di Kecamatan Sibolga Selatan, serta Kelurahan Pasar Baru dan Pasar Belakang di Kecamatan Sibolga Kota.

​Saat banjir, arus yang deras telah menghantam rumah, menyeret berbagai kendaraan, dan merusak infrastruktur lain di jalur alirannya. Arus air juga membawa material berat seperti lumpur, puing-puing bangunan, batang pohon, dan sampah rumah tangga. Berdasarkan data dari Polda Sumut, di Kota Sibolga sendiri tercatat 5 orang meninggal dunia, dan 4 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Berita Terkait

BMKG Rilis Peringatan Dini Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia Hingga 29 Juni 2026

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sangihe BPBD Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan dan Tidak Berpotensi Tsunami

​Tak hanya banjir, bencana tanah longsor juga meluas di beberapa kelurahan Sibolga. Menurut Muhari, titik-titik terdampak longsor meliputi Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Huta Tonga, Hutabarangan, dan Sibual-buali yang berada di Kecamatan Sibolga Utara. Longsor juga terjadi di Kelurahan Aek Mani dan Parombunan di Kecamatan Sibolga Selatan; Kelurahan Pancuran Kerambil, Pancuran Dewa, dan Pancuran Bambu di Kecamatan Sibolga Sambas; serta Kelurahan Pancuran Gerobak, Pasar Baru, dan Pasar Belakang di Kecamatan Sibolga Kota.

​Dampak material sementara di Sibolga meliputi 3 unit rumah dan 1 ruko yang terdampak, dengan satu warga dilaporkan mengalami luka-luka dan telah menerima perawatan medis. “Beberapa akses jalan juga terdampak sehingga mengganggu mobilisiasi warga,” ungkap Muhari, menyoroti gangguan terhadap mobilitas di wilayah tersebut.

​Di lokasi terpisah, Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat kerugian yang lebih besar. Bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan menyebabkan 8 orang meninggal dunia, 58 orang luka-luka, dan memaksa 2.851 warga untuk mengungsi. Bencana ini telah berdampak di 11 kecamatan, mencakup Sipirok, Batangtoru, Marancar, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan, dan Angkola Muaratais, sebagaimana diuraikan dari hasil kaji cepat.

​Upaya penanganan di Tapanuli Selatan dilakukan oleh BPBD setempat bersama tim gabungan, dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang memutus sejumlah akses jalan. Sementara itu, kerugian di Kabupaten Tapanuli Utara mencakup terputusnya dua jembatan dan 50 unit rumah yang terdampak akibat banjir serta longsor. Di Tapanuli Utara, BPBD dan tim gabungan merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan-Silantom untuk digunakan sebagai akses jalan sementara.

​Wilayah Tapanuli Tengah juga menghadapi dampak serius, dengan tercatat 1.902 unit rumah terdampak banjir di 9 kecamatan, termasuk Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori. Di sana, BPBD Tapanuli Tengah dan tim gabungan telah mendirikan tenda-tenda pengungsi dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak.

​Data dari Polda Sumut mengkonfirmasi bahwa 4 orang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Dusun 1 Desa Mardame. Dengan penambahan ini, total keseluruhan korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di tujuh wilayah Sumut telah mencapai 17 orang.

​BNPB terus memantau perkembangan situasi di kawasan Tapanuli Raya dan berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan darurat. Meskipun begitu, semua data yang disampaikan oleh BNPB ini bersifat sementara dan masih berpotensi bertambah sesuai hasil kaji cepat lanjutan di lapangan. Dalam pernyataannya, BNPB menghimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com