Medan, SeputarSumut – Anggota DPRD Kota Medan Binsar Simarmata meninjau kondisi saluran drainase yang tidak berfungsi di Jalan Pintu Air 4 Gang Qubah, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Akibat drainase tidak berfungsi warga sekitar kerap bebajiran.
Peninjauan itu dilakukan guna merespon keluhan warga yang disampaikan saat Sosialisasi Peraturan (Sosper) Daerah Kota Medan No 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan yang digelar di halaman GKPI Kwala Bekala Gang Qubah, Jalan Pintu Air 4, Kota Medan, Minggu (20/7/2025).
Sorot Politik: Binsar Simarmata Tinjau Drainase Tak Berfungsi
Dalam Sosper tersebut, Netti Simbolon mengaku, rumahnya selalu kebanjiran ketika hujan deras turun karena saluran drainase tidak berfungsi. Drainase itu tidak berfungsi sejak tembok pagar Yayasan Perguruan Al Azhar dibagun beberapa tahun lalu.
“Lebar saluran drainase itu awalnya empat meter, tetapi sejak Al Azhar membangun tembok pagar, saluran drainase mengecil menjadi satu meter. Kami berharap melalui pertemuan ini ada solusi untuk mengatasi persoalan itu,” harap Netti.
Merespon keluhan warga, Binsar Simarmata bersama Lurah Kwala Bekala Irwanta Ginting dan beberapa warga turun meninjau kondisi saluran drainase. Ditemukan kondisi drainase tengah dipenuhi semak belukar.
“Tolong Pak Lurah surati dinas terkait agar dilakukan perbaikan saluran drainase ini. Berkolaborasi juga dengan pihak Yayasan Al Azhar. Apapun masalahnya harus ada solusi bagaimana agar warga tidak lagi kebanjiran saat hujan turun,” pinta Binsar Simarmata kepada Lurah.
Dalam peninjauan itu, beberapa warga yang hadir dan Lurah Kwala Bekala sepakat akan melakukan gotong-royong untuk membersihkan saluran drainase dari semak belukar.
“Dalam waktu dekat kita lakukan gotong-royong paling tidak untuk membersikan semak belukar ini dulu. Dengan begitu akan kelihatan apa masalah yang harus ditangani dinas terkait,” ujar Lurah Kwala Bekala Irwanta Ginting.
Selain masalah drainase, dalam Sosper tersebut, warga juga mengeluhkan kemacetan lalu lintas di Jalan Pintu Air 4 mulai dari depan gedung Yayasan Al Azhar hingga Jalan Luku 1 simpang komplek Perumahan J-City. Kondisi itu sangat mengganggu aktivitas warga Kwala Bekala mencari nafkah.
“Setiap pagi kami menghadapi kemacetan lalu lintas sangat parah. Dari Gang Qubah ini sampai ke Jalan Luku 1 simpang Jalan AH Nasution bisa memakan waktu satu jam. Tolong Pak Dewan supaya dicari solusi mengatasi kemacetan ini,” keluh Aminton Saragih.
Mendengar keluhan itu, Politisi Partai Perindo itu meminta Lurah Kwala Bekala menyurati Dinas Perhubungan Kota Medan dan Satlantas, supaya diturunkan personilnya mengatur arus lalu lintas di sepanjang jalan rawan kemacatan.
“Surati Dinas Perhubungan, Pak Lurah, suratnya kirimkan juga ke WA saya supaya sama-sama kita mendesak agar diturunkan petugas, menungga ada solusi lain seperti pelebaran jalan. Saya dengar sudah ada rencana pemerintah melakukan pelebaran jalan itu,” kata Binsar Simarmata yang duduk di Komisi II DPRD Medan itu.
Dalam kesempatan itu, Lurah Kwala Bekala Irwanta Ginting mengungkapkan bahwa pelebaran ruas jalan yang rawan macat sudah diprogramkan sekitar tiga tahun lalu. Lebar jalan direncanakan menjadi 20 meter.
“Seharusnya tahun 2025 ini sudah masuk tahap pembebasan lahan masyarakat. Namun karena ada efisiensi anggaran maka rencana itu terpaksa ditunda. Mohon masyarakat bersabar, dan kami harap masyarakat tidak menunda-nunda membayar pajak bumi bangunan (PBB),” ungkap Lurah. (BEN)


