Jakarta, SeputarSumut — Nota kesepahaman (MoU) damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran dikabarkan telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump. Langkah krusial ini menandai babak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara setelah melewati rangkaian proses perundingan yang berjalan secara intensif.
Informasi dari sejumlah pejabat AS kepada Reuters dan AFP menyebutkan bahwa penandatanganan kesepakatan secara elektronik tersebut tidak hanya dilakukan oleh Trump, melainkan juga melibatkan Wakil Presiden AS JD Vance bersama Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Dunia Internasional: Donald Trump Tandatangani Nota Kesepahaman Damai Amerika Serikat dan Iran Secara Elektronik
“Presiden ingin menandatanganinya secara pribadi karena dia ingin menunjukkan dedikasinya untuk membawa masalah ini menuju penyelesaian yang sukses,” kata seorang pejabat senior pemerintahan AS kepada AFP.
Hingga saat ini, pihak pemerintah Iran sendiri belum memberikan pernyataan resmi atau komentar lebih lanjut mengenai penandatanganan elektronik tersebut.
Kendati demikian, melalui sebuah pernyataan di media sosial X, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sempat melontarkan pernyataan bahwa negaranya telah berhasil mengambil ‘langkah besar menuju kemenangan akhir’, yang mana kalimat tersebut dinilai merujuk pada keberhasilan pencapaian kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Mufakat dalam perundingan damai antara AS dan Iran ini akhirnya dapat terwujud setelah kedua belah pihak melewati berbagai putaran pembicaraan yang berlangsung sangat alot.
Melalui sebuah unggahan di akun media sosial pribadinya, Trump memaparkan bahwa kesepakatan damai tersebut mencakup poin perjanjian berupa pencabutan blokade yang selama ini diterapkan oleh AS atas Iran. Di samping itu, kesepakatan ini juga disebut-sebut melingkupi komitmen bersama untuk menghentikan segala bentuk pertempuran di seluruh front, termasuk yang terjadi di wilayah Lebanon.
Meskipun kesepakatan ini telah dikonfirmasi oleh pihak Iran, sampai dengan detik ini masih belum ada rincian detail yang bersifat resmi mengenai apa saja isi dari kesepakatan tersebut.
Merujuk pada pernyataan yang dikeluarkan oleh Trump beserta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang bertindak sebagai mediator, agenda penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara fisik baru dijadwalkan bakal berlangsung di Swiss pada hari Jumat (19/6) mendatang.
Trump juga mengutarakan bahwa pasca-penandatanganan dokumen tersebut dilakukan, kawasan Selat Hormuz yang sepanjang waktu ini ditutup oleh pihak Iran akan segera dibuka kembali secara cuma-cuma. Pihak Iran dikabarkan tidak akan membebankan tarif atau biaya apa pun bagi setiap kapal yang melintasi jalur perairan tersebut. Adapun untuk proses pembukaan kembali akses Selat Hormuz itu sendiri dilaporkan bakal dilaksanakan bersamaan dengan agenda pembersihan ranjau.(*/cnni)

