Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Budi Arie Ajak Projo Dukung Prabowo-Gibran, Segera Ubah Logo Jokowi

Oleh Redaksi 15
Senin, 3 November 2025
Foto: Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.(Foto:VIVA)

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.(Foto:VIVA)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, secara resmi mengajak seluruh anggota organisasi yang dipimpinnya untuk memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Ajakan ini disampaikan Budi Arie setelah ia kembali terpilih memimpin Projo untuk periode 2025-2030. Proses pemilihan ini merupakan bagian dari rangkaian Kongres III Projo yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (1/11) dan Minggu (2/11).

Sorot Politik: Budi Arie Ajak Projo Dukung Prabowo-Gibran, Segera Ubah Logo Jokowi

Iklan Indako SeputarSumut

Dalam pernyataannya di Kongres III Projo, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/11), Budi Arie menegaskan pentingnya dukungan ini: “Kita sama-sama menggerakkan, mendukung, memperkuat agar program-program kerakyatan Bapak Presiden Prabowo bisa betul-betul terasa manfaatnya bagi rakyat,” katanya.

Ia menggarisbawahi bahwa Indonesia telah memasuki fase pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, menyusul berakhirnya 10 tahun masa jabatan Jokowi pada 2024.

Oleh karena itu, organisasi Projo, menurutnya, harus melakukan penyesuaian diri, beradaptasi, dan bertransformasi secara internal demi menjawab berbagai tantangan masa depan.

Berita Terkait

Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting

DPRD Medan Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi di Medan Tembung

“Pemerintahan Pak Prabowo-Gibran harus kita kawal karena ini pemerintahan lanjutan, pada Pilpres 2024 adalah keberlanjutan yang menang. Rakyat ingin keberlanjutan dalam pembangunan,” tegas Budi Arie.

Dukungan dan penguatan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo menjadi salah satu resolusi yang dihasilkan dan dicanangkan dalam kongres Projo kali ini.

Perubahan Logo Organisasi

Selain dukungan politik, Budi Arie juga mengumumkan rencana organisasi untuk mengubah logo mereka. Ia mengatakan, logo Projo tidak akan lagi berbentuk siluet wajah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perubahan logo tersebut, lanjutnya, adalah bagian dari transformasi organisasi yang dilakukan dalam rangka memperkuat dan mendukung agenda politik Presiden Prabowo Subianto.

“Yang pasti begini, satu, kita akan memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo. Yang kedua, dalam rangka itu, Projo akan melakukan transformasi organisasi yang salah satunya adalah kemungkinan mengubah logo Projo,” jelasnya.

Menurut Budi Arie, keputusan final mengenai perubahan logo ini akan diambil dalam forum kongres yang diselenggarakan sejak Sabtu hingga Minggu (2/11).

“Nanti akan kita putuskan di kongres ketiga ini. Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu,” ujarnya.

Meskipun merencanakan penggantian logo, Budi Arie memastikan bahwa Projo tidak akan berganti nama. Ia juga membantah bahwa Projo merupakan singkatan dari “pro Jokowi”.

“Memang nggak ada (singkatan). Cuma teman-teman media kan, ya, Projo [kepanjangannya] pro Jokowi, itu kan karena gampang dilafalkan saja,” katanya.

Budi Arie menerangkan bahwa Projo sejatinya merupakan gabungan dari kata ‘negeri’ dan ‘rakyat’, yang berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi.

“Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi, Projo itu sendiri artinya adalah ‘negeri’ dalam bahasa Sanskerta dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya ‘rakyat’. Jadi, kaum Projo adalah ‘kaum yang mencintai negara dan rakyatnya’,” ucapnya.

Mantan Presiden Jokowi sendiri, kata Budi Arie, telah menyepakati rencana perubahan tersebut. Ia menekankan bahwa transformasi Projo diperlukan untuk menghadapi tantangan baru.

“[Jokowi] sepakat. Kita harus mentransformasikan Projo karena tugas Projo tadi sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi dua periode dan kita saat ini menghadapi tantangan baru. Ini tidak mudah geopolitiknya, tantangan globalnya, dan sebagainya sehingga kita harus betul-betul persatuan nasional ini menjadi penting,” paparnya.

Bantahan Retak Hubungan dengan Jokowi

Meskipun melakukan transformasi besar-besaran, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi membantah adanya keretakan atau putusnya hubungan antara organisasi yang ia pimpin itu dengan mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Saya ingin menjelaskan kepada teman-teman media sekalian karena dari perkembangan berita ini seolah-olah disampaikan terkesan Projo putus hubungan dengan Pak Jokowi. Jangan di-framing. Projo ini lahir karena ada Pak Jokowi,” ujar Budi.

Budi menerangkan bahwa Projo hadir berkat keinginan lahirnya seorang pemimpin dari kalangan rakyat biasa.

“Projo sejatinya lahir karena ada seorang pemimpin rakyat yang harus lahir dari kandungan rakyat itu sendiri yang bernama Bapak Joko Widodo,” katanya.

Ia pun menyatakan keheranannya terhadap media yang berusaha mengadu domba antara Projo dan Jokowi.

“Tolong kepada semua media jangan mengadu domba sesama anak bangsa,” pungkasnya.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
  • Inflasi Sumatera Utara Juni 2026 Tembus 4,79 Persen, Wilayah Ini Alami Lonjakan Tertinggi
  • Kebakaran Ruko Sembako di Batu Bara Tewaskan Pemilik Toko dan Lukai Dua Orang Usai Pertengkaran
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com