Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Caleg Kalah Putus Aliran Air ke Permukiman Warga

Oleh Redaksi 15
Kamis, 14 Maret 2024
Foto: air macet

Ilustrasi air macet, net

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Cilegon | Aliran air ke permukiman warga Cisiru, Kelurahan Suralaya, Kota Cilegon, Provinsi Banten diputus oleh pemiliknya. Pemutusan aliran air itu mengakibatkan puluhan warga kekurangan air.

Aliran air diputus sepekan setelah hari pencoblosan Pemilu 2024. Pemilik sumur bor diketahui adalah Caleg DPRD Cilegon Dapil 4 dari PKS, Sumedi Madasik. Dia gagal menduduki kursi legislatif setelah kalah oleh rival lain partai di Dapil yang sama.

Sorot Politik: Caleg Kalah Putus Aliran Air ke Permukiman Warga

Iklan Indako SeputarSumut

“Diputus aliran airnya sama Bapak Sumedi yang punya sumur bor di sana. (Aliran air diputus) Ya katanya masalah ya mungkin pemilihan ya, Pak. Jadi dianya nggak tahu ya, kurang suara atau gimana. Jadi mungkin kecewa sama warga kampung kami akhirnya diputus,” kata seorang warga yang terdampak pemutusan air, Saibah, Kamis (14/3/2024).

Menjawab tudingan itu, Sumedi Madasik mengatakan cerita soal pemutusan aliran air bukan hanya soal dirinya kalah di Pileg. Tapi, ada cerita lain di balik pemutusan aliran air tersebut.

“Kurang lebih empat tahun saya bantu masyarakat tersebut dengan saya alirkan air bersih milik saya pribadi. Sejak 2019 pada bulan Maret, mulai dialirkan jaraknya juga jauh dari titik sumur bor 2 km ke masyarakat, kebetulan posisinya nanjak, sehingga menggunakan pompa satelit 5 PK dengan tegangan 35 Volt,” tuturnya.

Berita Terkait

Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting

DPRD Medan Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi di Medan Tembung

Sumedi mengatakan, sejak 2019 itu, warga diminta iuran Rp10 ribu/kubik. Iuran dengan jumlah tersebut dibagi menjadi dua, Rp5.000 untuk biaya listrik pompa dan Rp5.000 lagi dimasukkan ke kas warga untuk perawatan pompa air.

“Saya minta untuk membantu bayar listrik nggak apa-apa deh per kubik Rp5 ribu, tapi silakan kalau dipasang Rp10 ribu, yang Rp5 ribu buat income masyarakat sendiri, saya tetep minta Rp5 ribu per kubik,” katanya.

Selama lima tahun, dirinya mensubsidi warga untuk kebutuhan listrik pompa air tersebut. Tiap bulan, kata dia, uang yang terkumpul dari warga berkisar Rp1,5-2 juta per bulan. Sementara, biaya listrik dari pompa air yang mengaliri warga tersebut mencapai Rp4-4,5 juta.

“Sementara saya bayar listrik Rp4-4,5 per bulan, itu pun masyarakat yang terkumpul dari masyarakat itu paling 1,5-2 juta yang saya terima karena yang Rp5 ribu masuk dana kas masyarakat. Setiap bulan saya mensubsidi saya harus nombokin Rp2-2,5 juta per bulan, selama sekian tahun,” katanya.

Saat dirinya maju di Pileg 2024 dari PKS, Sumedi berharap warga mendukungnya untuk maju dengan memilihnya saat hari pencoblosan. Namun, hasilnya tak sesuai harapan. Sumedi mengatakan pasca-pemilihan, dirinya tak lagi mampu mensubsidi biaya listrik pompa tersebut. Dia kemudian memutuskan untuk menutup aliran air ke warga.

“Ya intinya saya wajar lah kalau memang saya ada rasa kecewa terhadap masyarakat setempat, karena melihat kontribusi saya selama ini. Cuma memang, pada saat malam hari H ada salah satu gerakan serangan fajar yang dilakukan (oleh pihak rival),” katanya. (detikcom)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com