Jakarta – Carlos Alcaraz menghadapi tantangan berat pada putaran pertama Wimbledon, mengalahkan Fabio Fognini dengan skor 7-5, 6-7(5), 7-5, 2-6, 6-1 dalam waktu 4 jam 37 menit, pada hari Senin (30/6/2025).
Meskipun juara bertahan tampil tidak stabil dengan 62 unforced error, ia berhasil bangkit pada set terakhir.
Update Olahraga: Carlos Alcaraz Hadapi Tantangan Berat saat Kalahkan Fabio Fogni
“Pertandingan pertama di Centre Court selalu menjadi tantangan,” ungkap Alcaraz dalam wawancara resmi Wimbledon.
Ia mengaku perlu meningkatkan kemampuan servis dan pengembalian untuk pertandingan selanjutnya meskipun merasa puas telah bertahan.
Fognini (38 tahun/peringkat 138) memberikan perlawanan yang kuat dengan variasi permainannya. Pemain asal Italia itu sempat memimpin 2-1 di set ketiga sebelum Alcaraz menyamakan keadaan kembali.
Alcaraz kesulitan menemukan ritme permainan dengan hanya mencatatkan 55 persen servis pertama. Ia mengalami dua net dan melakukan 4 kesalahan ganda yang memperburuk penampilannya.
Di set keempat, Fognini mampu memanfaatkan 2 dari 3 break point yang ada. Alcaraz terlihat kelelahan sebelum mampu bangkit di set kelima.
Namun, Alcaraz kembali menunjukkan performanya dengan 3 ace dan servis pemenang untuk memimpin 5-0. “Wimbledon selalu istimewa bagi saya,” ujar Alcaraz.
Ia mengaku merasa gugup meskipun sudah berlatih dengan baik di lapangan rumput sebelum turnamen dimulai. Fognini, yang berencana pensiun tahun ini, tampil mengejutkan dengan menghasilkan 38 pukulan pemenang.
Namun, konsistensi Alcaraz pada momen-momen kritis menjadi faktor penentu. Alcaraz berhasil menyelamatkan 5 dari 8 break point yang dihadapinya.
Sementara itu, Fognini hanya berhasil memanfaatkan 4 dari 12 peluang break yang ada. Di set terakhir, Alcaraz bermain lebih agresif dengan 12 pukulan pemenang.
Fognini mulai kehilangan tenaga dan melakukan 15 kesalahan tidak terpaksa. “Ini bukan kemenangan terindah saya,” kata Alcaraz.
Namun yang terpenting, ia tetap berada dalam persaingan untuk meraih gelar ketiga secara beruntun. Juara bertahan tersebut harus segera meningkatkan performanya untuk menghadapi tantangan selanjutnya.(rri)


