Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Covid Varian KP.3 Menggila di Jepang, Pasien Sudah Capai 55 Ribu

Oleh Redaksi 15
Senin, 22 Juli 2024
Foto: Covid-19

Ilustrasi. Kasus Covid-19 di Jepang kembali melonjak dalam beberapa waktu terakhir imbas kemunculan varian baru, KP.3. (Foto: iStockphoto/oonal)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Kasus Covid-19 di Jepang kembali melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Penyebabnya adalah kemunculan Covid-19 varian baru, KP.3.

Kementerian kesehatan Jepang mencatat total pasien Covid-19 varian KP.3 ini sudah mencapai 55.072 orang hingga minggu ini. Peningkatan kasus sudah terjadi selama 10 minggu berturut-turut di Jepang.

Dunia Internasional: Covid Varian KP.3 Menggila di Jepang, Pasien Sudah Capai 55 Ribu

Iklan Indako SeputarSumut

“Jepang kemungkinan besar memasuki gelombang ke-11 infeksi Covid-19,” kata Naoki Hasegawa, ketua Asosiasi Penyakit Menular Jepang dan seorang profesor di Universitas Keio, mengutip Japan Today, Senin (22/7/2024).

Ia mengatakan agar saat ini yang terpenting adalah mencegah penularan dan penyebaran varian tersebut. Ia mengimbau agar masyarakat harus kembali mengenakan masker di tempat-tempat ramai dan menahan diri dari kegiatan yang tidak penting ketika merasa tidak sehat.

Lantas, apa sebenarnya Covid-19 varian KP.3?

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Tim peneliti di Universitas Tokyo menjelaskan varian KP.3 berasal dari jenis Omicron JN.1 dan telah menyebar sejak musim semi di Jepang. Dibandingkan dengan JN.1, KP.3 lebih menular dan mampu menghindari kekebalan yang didapat dari infeksi dan vaksinasi.

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat menunjukkan varian Covid-19 KP.3 menyumbang sekitar 32,9 persen kasus positif Covid-19 sepanjang Juli ini. Kemudian, diikuti varian KP.3.1.1 sebesar 17,7 persen.

Jika digabungkan, kedua varian itu menyumbang 50,6 persen kasus Covid-19 selama periode tersebut.

Data CDC juga menunjukkan dari 23 Juni hingga 6 Juli, kasus Covid dengan varian KP.3 berada di angka 33,7 persen selama periode dua minggu sebelumnya. Angka ini mengalami penurunan positif sebesar 0,8 persem. Namun, KP.3.1.1. naik 10,9 persen dari 6,8 persen untuk periode yang berakhir pada 6 Juli menjadi 17,7 persen pada 20 Juli.

Gejala

CDC belum mengungkap apakah KP.3 atau KP.3.1.1 memiliki gejala spesifik tersendiri. Namun, Juru Bicara CDC Rosa Norman sebelumnya mengatakan gejala yang terkait dengan KP.3 mirip dengan gejala JN.1.

Mengutip USA Today, CDC menguraikan gejala dasar Covid-19 di situs webnya. Gejala-gejala ini dapat muncul antara dua hingga 14 hari setelah terpapar virus dan dapat berkisar dari ringan hingga berat.

Gejala tersebut antara lain; demam, batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau.

Kemudian, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, mual atau muntah, hingga diare.

CDC mengatakan penderita harus mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala berikut ini; kesulitan bernafas; nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada; tidak mampu bangun atau tetap terjaga; serta kulit, bibir, atau kuku berwarna pucat, abu-abu, atau biru. (cnnindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com