Jakarta, SeputarSumut – Keputusan kabinet keamanan Benjamin Netanyahu pada Jumat (8/8) untuk melancarkan operasi besar-besaran guna merebut Gaza City menuai gelombang kritik. Kritik ini datang baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk dari sekutu-sekutu Israel.
Mereka mendesak dilakukannya gencatan senjata lewat negosiasi untuk memastikan pemulangan sandera dan meredakan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
Dunia Internasional: Demonstrasi Besar di Tel Aviv Menuntut Diakhirinya Agresi Israel
Meskipun dihadapkan pada reaksi keras dan rumor ketidaksetujuan dari petinggi militer Israel, Netanyahu tetap kukuh pada keputusannya.
Ia bahkan mengunggah pernyataan di media sosial pada Jumat malam, “Kami tidak akan menduduki Gaza, kami akan membebaskan Gaza dari Hamas.”
Perdana Menteri Netanyahu sendiri telah menghadapi protes rutin sepanjang 22 bulan perang. Banyak demonstrasi menyerukan pemerintah untuk mencapai kesepakatan setelah gencatan senjata sebelumnya menghasilkan pertukaran sandera dengan tahanan Palestina yang ditahan di Israel.
Dari 251 sandera yang ditawan dalam serangan Hamas tahun 2023, 49 di antaranya masih disandera di Gaza, dengan 27 di antaranya dilaporkan telah tewas oleh militer.
Pada Sabtu (9/8), ribuan warga Tel Aviv turun ke jalan mendesak agar agresi Israel di Palestina segera dihentikan. Aksi ini berlangsung sehari setelah pemerintah Israel berjanji untuk memperpanjang konflik dan mengambil alih Gaza City. Para demonstran mengibarkan spanduk dan memegang foto-foto sandera yang masih ditahan Hamas, menuntut pembebasan mereka.
Menurut laporan AFP, jumlah demonstran mencapai puluhan ribu, sedangkan kelompok yang mewakili keluarga sandera mengklaim ada sekitar 100 ribu orang yang berpartisipasi dalam aksi tersebut.
Shahar Mor Zahiro, kerabat seorang sandera yang tewas, menyampaikan pesan langsung dan tegas untuk Netanyahu, “Jika Anda menyerang bagian-bagian Gaza dan sandera dibunuh, kami akan mengejar Anda di alun-alun kota, dalam kampanye pemilu, dan di setiap waktu dan tempat,” katanya, seperti dilansir AFP pada Minggu (10/8).(cnni)


