Jakarta, SeputarSumut – Mantan ibu negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, ditahan pada Selasa malam karena dikhawatirkan akan menghilangkan bukti. Penahanan ini menambah daftar masalah hukum yang menjeratnya dan sang suami, mantan Presiden Yoon Suk Yeol, yang kini sama-sama menghadapi tuduhan serius. Keduanya terjerat kasus dugaan manipulasi saham, campur tangan dalam pemilu, dan suap.
Surat perintah penangkapan untuk Kim dikeluarkan oleh Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Menurut laporan Yonhap, keputusan ini diambil setelah jaksa penuntut khusus dalam sidang hari itu secara tegas menekankan adanya risiko penghancuran bukti oleh Kim, yang menjadi kekhawatiran utama.
Dunia Internasional: Ditahan karena Dikhawatirkan Hilangkan Bukti, Mantan Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee Terancam Penjara
Menanggapi penahanan ini, pengacara Kim berargumen bahwa kliennya sudah kooperatif dalam pemeriksaan dan saat ini sedang dalam kondisi kesehatan yang buruk.
Kim Keon Hee menghadapi serangkaian tuduhan berat, termasuk dugaan partisipasi dalam skema manipulasi harga saham Deutsch Motors, dealer BMW di Korea Selatan, antara tahun 2009 hingga 2012. Ia juga dituduh mencampuri nominasi kandidat untuk pemilihan sela parlemen pada 2022 dan pemilihan umum 2024. Selain itu, Kim disebut menerima hadiah mewah dari Gereja Unifikasi melalui seorang dukun, yang diduga sebagai imbalan atas bantuan bisnis.
Pada Rabu (6/8), Kim menjalani pemeriksaan oleh tim penasihat khusus. Di hadapan media, ia menyampaikan permintaan maaf. “Saya dengan tulus meminta maaf kepada rakyat karena menimbulkan kekhawatiran, meskipun saya bukan siapa-siapa. Saya akan sepenuhnya bekerja sama dalam penyelidikan,” ujar Kim seperti dikutip dari Korea Herald.
Sebanyak 16 tuduhan dilayangkan kepada Kim, tetapi ia membantah semuanya selama interogasi.
Awalnya, Kim dijadwalkan dibawa ke Pusat Penahanan Seoul di Uiwang. Namun, atas permintaan fasilitas Uiwang, jaksa penuntut khusus mengubah lokasi penahanan ke Pusat Penahanan Seoul Selatan.(cnni)


