Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Ditemukan Mutan Ular Baru Bertaring Tiga, Lebih Mematikan

Oleh Redaksi 15
Jumat, 21 Maret 2025
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Seekor ular death adder bertaring tiga ditemukan di Australia. Taring tambahan ini membuat ular tersebut lebih berbahaya, karena dapat menyuntikkan lebih banyak bisa.

“Ini adalah sesuatu yang belum pernah kami lihat sebelumnya,” ujar Billy Collett, manajer taman di Australian Reptile Park, tempat ular itu tinggal.

Pernik Ragam: Ditemukan Mutan Ular Baru Bertaring Tiga, Lebih Mematikan

Iklan Indako SeputarSumut

“Kami telah memiliki death adder ini dalam program bisa (racun) selama sekitar tujuh tahun, tetapi baru belakangan ini kami melihat taring ketiga. Saya pikir taring ini akan lepas seiring berjalannya waktu, tapi setelah satu tahun kemudian, taring ini masih ada di sana!” tambahnya.

Taring ketiga ini, yang terletak tepat di sebelah salah satu taring lainnya di sisi kiri mulut ular, juga menghasilkan bisa. Ini berarti ular ini memiliki bisa yang jauh lebih besar per gigitannya daripada ular berbisa pada umumnya, sehingga membuatnya lebih mematikan.

“Pernah melihat death adder dengan 3 taring sebelumnya? Kami belum pernah.” tulis akun resmi Australian Reptile Park, disertai video yang menayangkan taring ketiga death adder.

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Collett menyebut ular yang sangat langka ini “mungkin menjadi death adder paling berbahaya di dunia.”

Menurutnya, taring ekstra tersebut merupakan hasil dari mutasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebagai informasi, death adder (Acanthophis) adalah kelompok ular berbisa yang berasal dari Australia dan Papua Nugini. Ular ini memiliki salah satu serangan tercepat dari semua ular yang ada, dengan beberapa spesies mampu menggigit dan menyuntikkan bisa dari taringnya dalam waktu kurang dari 0,15 detik.

Dikutip dari Live Science, bisa mereka mengandung neurotoksin yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Sebelum pengembangan antivenom, sekitar 50 persen gigitan ular death adder berakibat fatal.

Ular ini adalah bagian dari program produksi antivenom Australian Reptile Park, dan taring ekstra yang sangat langka ditemukan saat ular ini diperah untuk diambil bisa dan racunnya.

Proses ini melibatkan pemerasan kelenjar bisa ular secara perlahan saat ular menggigit wadah penampung, sehingga bisa ular mengalir ke dalam botol.

Ular death adder bertaring tiga ini ternyata menghasilkan bisa yang jauh lebih banyak dari biasanya. Ular ini menghasilkan sekitar dua kali lipat dari ular berbisa dua taring, meskipun tidak jelas apakah hasil yang lebih tinggi adalah hasil dari taring tambahan, atau ular ini hanya menghasilkan bisa dalam jumlah besar.

Ini adalah ular bertaring tiga pertama yang pernah ditemukan di Australian Reptile Park, yang telah beroperasi selama 20 tahun dan telah memerah ratusan ribu ular.

“Ada ular-ular bertaring tiga yang ditemukan di Australia, tetapi dari apa yang kami temukan, tidak ada yang tercatat sebagai ular death adder bertaring tiga,” ujar Juru Bicara Australian Reptile Park. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com