Sergai, SeputarSumut – Sedikitnya 21 rumah warga di dua desa mengalami kerusakan setelah wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diterjang bencana alam. Peristiwa yang melibatkan hujan deras, petir, dan angin puting beliung ini terjadi pada Jumat malam, 9 Oktober 2025. Desa yang terdampak parah adalah Desa Tebing Tinggi di Kecamatan Tanjung Beringin dan Desa Pematang Guntung di Kecamatan Teluk Mengkudu.
Penjabat Kepala Desa Tebing Tinggi, Ilham, membenarkan bahwa desa mereka menjadi salah satu lokasi terparah. Sebanyak 18 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berat, sedang, dan ringan akibat terjangan angin puting beliung. Kerusakan ini melanda empat dusun, yaitu Dusun II, III, IV, dan VI.
Kabar Daerah: Diterjang Puting Beliung, Belasan Rumah Warga Serdang Bedagai Rusak Berat, BPBD Turun Tangan
Pemerintah daerah langsung bergerak cepat melakukan peninjauan dan pendataan di lokasi kejadian. “Pemerintah desa (Pemdes) bersama pihak kecamatan, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Sergai, kepolisian, TNI AL, serta ormas Pemuda Pancasila telah turun langsung meninjau rumah warga yang terdampak,” ujar Ilham pada Jumat (10/10/2025) siang.
Data sementara mengenai seluruh korban terdampak telah disampaikan kepada dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti. Menurut Ilham, informasi ini sudah diteruskan kepada Dinas Sosial dan BPBD Sergai. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca ekstrem dan tidak menentu yang terjadi di beberapa hari terakhir.
Kepanikan dirasakan oleh warga yang rumahnya tertimpa pohon akibat terjangan angin kencang. Salah satu korban, Sayyidatul Wardiyah (64), warga Dusun IV, menceritakan bagaimana pohon sawo tua di samping rumahnya tumbang menimpa atap. “Kami sedang di ruang tamu, tiba-tiba pohon tumbang menimpa atap rumah. Kami langsung lari ke belakang. Syukurlah rumah tidak sampai jebol,” kisahnya.
Korban Sayyidatul berharap pemerintah segera memberikan bantuan mengingat kondisi ekonomi keluarganya. Ia menyebut suaminya sudah lanjut usia dan tidak lagi bekerja.
Dampak kerusakan juga dirasakan oleh warga di Dusun II, di mana atap rumah salah satu korban sempat terangkat. Wirda Hanim (41), korban lainnya, mengaku atap rumahnya terangkat angin sekitar pukul 21.30 WIB. “Hujan deras, petir, dan angin campur jadi satu. Kami sekeluarga langsung keluar rumah menyelamatkan diri. Pemdes, camat, dan polisi sudah datang meninjau,” sebutnya.
Di desa lain yang terdampak, yaitu Desa Pematang Guntung, tiga rumah warga juga mengalami kerusakan akibat angin kencang. Kerusakan ini melanda Dusun IV dan Dusun V, dengan korban yang diketahui atas nama Rahmayana, Aran, dan marga Manalu.
Dua desa tersebut dipastikan terdampak puting beliung, sebagaimana dikonfirmasi oleh BPBD Sergai. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sergai, Abdul Rahman Purba, membenarkan adanya bencana di Desa Tebing Tinggi dan Desa Pematang Guntung.
Tim BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan rinci terkait kerugian. “Tim BPBD sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan kondisi rumah yang rusak. Hasilnya akan menjadi dasar pemberian bantuan,” tandas Abdul Rahman.
Kini, warga yang terdampak sangat berharap bantuan dapat segera disalurkan. Mereka membutuhkan uluran tangan pemerintah agar dapat memperbaiki rumah dan memulihkan kehidupan pascabencana.(*/mst)


