seputar-Medan | Bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hanura berkibar di halaman Kantor Pemenangan Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Jalan Sudirman, Kota Medan.
Dalam video dan foto yang ramai beredar di media sosial, bendera PDIP tampak terpasang di sisi kanan bendera merah putih. Sedangkan bendera Partai Hanura terpasang di sisi kiri bendera merah putih.
Sorot Politik: Hanura Sumut Minta Benderanya di Rumah Pemenangan Edy Rahmayadi Dicabut
Kedua bendera partai itu mulai berkibar di halaman kantor tersebut sejak Minggu (29/7/2024), atau tak lama setelah Edy Rahmayadi usai menjalani Fit and Proper Test terkait Pilkada Sumut, di Kantor DPP PDIP, Jakarta.
Namun rupanya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sumut memprotes pengibaran bendera partai mereka di Kantor Pemenangan Edy Rahmayadi tersebut. Mereka meminta bendera partai mereka segera dicabut.
Mereka beralasan pengibaran bendera itu tidak ada koordinasi dengan Pengurus Hanura Sumut. Tim pemenangan Edy Rahmayadi juga tidak ada meminta izin.
“Yang jelas pemasangan bendera itu tanpa sepengetahuan DPD Hanura Sumut dan mereka tak ada koordinasi ke kami, atau izin,” tegas Bendahara DPD Partai Hanura Sumut Syaiful Amri, dilansir Antara, Senin (29/7/2024).
Hanura Tak Ingin Diklaim
Syaiful menegaskan mereka sangat keberatan dengan pemasangan Bendera Hanura di Kantor Pemenangan Edy Rahmayadi tersebut.
Mereka tidak ingin Partai Hanura diklaim seolah-olah telah memutuskan dukungan kepada Edy Rahmyadi untuk maju sebagai Bacalon Gubsu di Pilkada 2024.
Terlebih sampai saat ini DPP Partai Hanura belum menentukan arah dukungan di Pilgub Sumut 2024. DPD Partai Hanura Sumut kata Syaiful juga belum mendapat informasi jika Edy telah diberikan B1KWK oleh DPP Hanura untuk Pilgub Sumut.
“Intinya kita tidak mau diklaim, nanti kita akan konfirmasi sekaligus meminta agar Bendera Hanura dicabut dari halaman kantor pemenangan Edy sebelum B1KWK dikeluarkan,” katanya.
Dari video dan foto yang beredar bendera PDIP dan bendera Hanura yang mengapit bendera merah putih tampak berkibar berada di halaman depan Kantor Pemenangan Edy Rahmayadi.
Di bawah lokasi bendera, terdapat tulisan ‘BERMARTABAT’. Sedangkan di bagian atas kantor pemenangan, terdapat baliho tulisan ‘Ayah untuk Negeri’. Terdapat foto Edy Rahmayadi di baliho tersebut.
Sekretaris Tim Pemenangan Edy Rahmayadi Muchrid Nasution membenarkan jika bendera PDIP dan Hanura tersebut mereka yang memasang.
Pemasangan bendera PDIP dan Hanura di Posko Pemenangan Edy Rahmayadi merupakan bentuk sosialisasi dan konsolidasi jelang Pilkada 2024.
“Itu bagian dari sosialisasi dan konsolidasi,” kata Muchrid Nasution, dilansir Tribun-Medan, Senin (29/7/2024).
Muchrid pun mengatakan, pemasangan bendera PDIP dan Hanura di Posko Pemenangan Edy Rahmayadi di Jalan Jenderal Sudirman, Medan, telah berdasarkan izin dari Pengurus PDIP dan Hanura.
“Bendera itu pertama adalah izin, kami mendapat izin dari partai,” kata dia.
Soal Pengurus Hanura yang mengatakan jika pengibaran benderanya belum diketahui pengurus itu adalah hal yang keliru.
“Mungkin beliau yang menyampaikan itu belum diinformasikan ke yang berbicara itu. Tapi yang pasti kita sudah mendapatkan izin dari Pengurus Hanura,” kata dia.
Edy Rahmayadi diketahui telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPP PDIP terkait Pilkada Sumut 2024.
Fit and proper test digelar di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (28/7) bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Badan Pemenangan Pilkada PDIP, Adian Napitupulu, dan Wasekjen Aryo Adhi.
“Ya itu bagian dari proses fit and proper test Partai menghadapi Pilgub Sumut,” kata Juru Bicara Badan Pemenangan Pilkada PDIP, Aryo Seno Bagaskoro, Senin (29/7).
Seno enggan menyebut bahwa partainya sudah dipastikan bakal mengusung Edy. Menurutnya, keputusan resmi partainya soal pilkada akan disampaikan langsung oleh Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri.
“Tapi kalau persoalan keputusan atau rekomendasi, nanti tunggu dulu. Akan diumumkan scr serentak oleh Ketua Umum,” katanya.
Seno menjelaskan fit and proper test dilakukan sebagai tahapan berjenjang untuk memastikan siap sosok yang akan diusung PDIP memiliki kualitas dan kesamaan dengan ideologi partai.
“Kami melakukan tahapan yang berjenjang untuk memastikan nama calon yang kita usung benar-benar berkualitas dan punya kesamaan perjuangan dengan platform dan ideologi Partai,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, kata Seno, Hasto juga banyak bercerita kepada Edy soal visi geopolitik Bung Karno. Bagaimana pun, kata dia, Bung Karno meyakini kesamaan cita-cita telah mengikat suatu Bangsa.
“Bahwa kesamaan cita-cita dan latar belakang itu mengikat bangsa, tetapi kesadaran geopolitik itu memberi roh untuk membaca zaman,” katanya.
Edy Rahmadi menjadi salah satu nama yang digadang-gadang maju pada Pilgub Sumut 2024. Edy selaku petahana diprediksi bakal melawan Wali Kota Medan Bobby Nasution.
Namun beberapa pekan sebelum pendaftaran dibuka, Edy belum mendapat dukungan partai politik satu pun. Sementara Bobby sudah memborong dukungan partai-partai, seperti Gerindra, Golkar, PAN, NasDem, hingga PKB.
Sementara itu foto Edy Rahmayadi bertemu dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tersebar di media sosial. Dalam foto terlihat juga Adian Napitupulu ikut berfoto dengan Edy dan Hasto. Mereka terlihat kompak salam tiga jari yang menunjukkan nomor urut partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu.
Edy terlihat memakai kemeja berwarna merah dan hitam sesuai dengan warna PDIP. Berdasarkan latar mereka berfoto, foto itu diduga diambil di Kantor DPP PDIP Sumut.
Mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) itu juga diketahui me-repost foto tersebut di history Instagram pribadinya. Edy me-repost unggahan @lindunk_siagian yang menge-tag nama akun Edy. (antara/tribun-medan/cnnindonesia/detiksumut/ss)


