Asahan – Jelang tahun baru 2025 harga tandan buah sawit (TBS) di berbagai daerah di Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan signifikan dalam sebulan terakhir. Hal ini cukup membuat petani pusing.
Salah satu daerah penghasil sawit yang mengeluhkan turunnya harga tersebut termasuk di Kabupaten Asahan. Heru Sihotang, anggota Himpunan Petani Sawit Makmur Asahan mengatakan berdasarkan info hargaTBS yang mereka pegang dari Dinas Perkebunan (Disbun) Sumut harga TBS kelapa sawit periode 25 Desember 2024- 5 Januari 2025 sebesar Rp3.596 per kg, turun dibanding harga sebelumnya yang berkisar Rp3.732 per kg.
Berita Ekonomi: Harga TBS di Sumatera Utara Turun Jelang Tahun Baru
“Kalau CPO saat ini berada di harga Rp14.725 Terpantau, harga CPO mulai turun dibanding sebelumnya yang berada di harga Rp15.336,” ujarnya, Sabtu (28/12/2024).
Meskipun dikatakannya, harga TBS bisa berbeda beda dan dilihat dari usia tanamnya. “Kalau untuk TBS di Asahan itu Rp2.800, di Batu Bara Rp2.900,” sebutnya.
Penurunan harga TBS dan CPO ini tidak lepas dari beberapa faktor. Salah satunya adalah fluktuasi harga CPO di pasar global yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Selain itu, kebijakan ekspor dan cuaca juga turut memengaruhi hasil produksi sawit di dalam negeri.
Bagi para petani kecil, penurunan harga ini menjadi tantangan besar. Sebab, biaya operasional kebun yang meliputi pupuk, tenaga kerja, dan perawatan kebun tetap tinggi, sehingga margin keuntungan yang mereka dapatkan semakin kecil.
“Pening lah. Akhir tahun ini kan banyak kebutuhan,” ujarnya.
Dalam situasi ini, Heru dan para petani lainnya berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga sawit. (mistar)


