Medan, SeputarSumut — Layanan KA Srilelawangsa di wilayah Sumatera Utara mencatat volume angkutan penumpang sebanyak 2,2 juta orang selama periode Januari hingga Juni 2026. PT Railink (KAI Bandara) mengumumkan angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,35 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 2 juta penumpang. Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai pilihan mobilitas yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
Apabila dibedah berdasarkan rute, layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Bandara Kualanamu berkontribusi sebanyak 794 ribu penumpang. Angka keterangkutan pada rute bandara ini tumbuh sebesar 1,82 persen jika dibandingkan dengan capaian Semester I 2025 yang berada di angka 779 ribu penumpang.
Berita Ekonomi: Penumpang KA Srilelawangsa Sumut Tembus 2,2 Juta Sepanjang Semester I 2026
Sementara itu, lonjakan penumpang juga terjadi pada layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Binjai–Kuala Bingai yang sukses membukukan 1,4 juta penumpang. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 2,67 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang menyentuh angka 1,3 juta penumpang.
Perluasan Jangkauan Layanan Kereta Api Bandara
Manajemen KAI Bandara juga terus memperluas aksesibilitas bagi masyarakat dengan resmi memperpanjang rute operasional KA Srilelawangsa hingga Stasiun Lubuk Pakam mulai awal Juli 2026. Langkah ekspansi ini diharapkan mampu menyajikan alternatif transportasi yang lebih mudah, nyaman, dan ramah di kantong bagi warga di wilayah Kabupaten Deli Serdang, baik yang ingin menuju ke Kota Medan ataupun ke Bandara Internasional Kualanamu. Penambahan relasi ini sekaligus menjadi wujud nyata dari komitmen korporasi dalam mendongkrak konektivitas antarwilayah serta menyokong pertumbuhan ekonomi dan mobilitas publik di Sumatera Utara.
Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho menyatakan bahwa peningkatan volume pelanggan membuktikan bahwa peran layanan KA Srilelawangsa semakin krusial dalam menunjang pergerakan masyarakat di Sumatera Utara.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan serta perluasan layanan hingga Stasiun Lubuk Pakam menjadi bukti komitmen KAI Bandara untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Kami berharap kehadiran layanan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Peningkatan Akses Pembelian Tiket Digital
Bukan sekadar menyediakan moda transportasi yang tepercaya, KAI Bandara pun terus mempermudah akses bagi pengguna jasa lewat integrasi ekosistem digital. Penumpang kini dapat melakukan pemesanan tiket secara praktis melalui aplikasi Access by KAI, aplikasi KA Bandara, situs resmi railink.co.id, maupun lewat mesin penjual tiket otomatis (vending machine) yang tersedia di area stasiun.
Melalui seluruh upaya tersebut, KAI Bandara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung konektivitas dan merangsang pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara lewat penyediaan jasa angkutan massal yang efisien, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(Siong)


