seputar-Jakarta | Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka telah berbohong untuk tak maju ke dalam kontestasi Pilpres 2024.
Pernyataan itu, sekaligus merespon pernyataan Gibran yang menanggapi kekhilafan Hasto telah mengusung sebagai Calon Wali Kota Solo 2020. Hasto pun mengatakan, Gibran sempat menyatakan sikap untuk tak maju ke Pilpres 2024.
Sorot Politik: Hasto: Gibran Bohongi PDIP dan Megawati!
“Sebenarnya itu muncul dari wawancara saya ketika ditanya bagaimana prosesnya dan pada tanggal 2 Mei ketika kami melakukan klarifikasi terhadap Gibran apakah mau maju atau tidak sebagai cawapres? Lalu Mas Gibran menegaskan di depan saya dan Pak Komar bahwa tidak akan berproses ke sana karena lahir dan dibesarkan di PDIP,” tutur Hasto saat ditemui di Cemara 19, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024).
Tak hanya itu, kata Hasto, Gibran juga membeberkan alasannya untuk tetap bertahan di PDIP. “Dan kemudian tahu ‘bahwa bapak saya tahun depan akan habis, kalau saya tidak berlabuh ke PDI saya ke mana lagi?” kata Hasto sambil menirukan percakapan dengan Gibran.
Atas dasar itu, Hasto merasa Gibran telah berbohong. Pasalnya, putra sulung Presiden Jokowi itu tetap maju ke kontestasi Pilpres 2024 yang berpasangan dengan Prabowo Subianto.
Padahal, kata Hasto, Gibran juga sempat ditanya oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, terkait akan terkait maju atau tidaknya dalam kontestasi Pilpres 2024.
“Nah ini suatu kebohongan yang ternyata pada bulan Oktober terbukti bagaimana 25 Oktober yang bersangkutan kemudian didaftarkan sebagai calon wakil presiden,” tutur Hasto.
“Ketika awal Agustus didalam rapat konsolidasi seluruh kepala daerah, Ibu Megawati Soekarnoputri juga bertanya hal yang sama dan dijawab dihadapan seluruh kepala daerah bahwa mas Gibran tidak akan maju karena ini penting jawaban kader PDIP,” imbuhnya.
Terlepas dari itu, Hasto berkata, kejujuran sangat penting sebagai suatu instrumen pengambilan keputusan bagi PDIP. Ia pun menilai, kebohongan itu menjadi strategi Gibran untuk melenggang maju ke arena Pilpres 2024.
“Kalau berdasarkan dokumen yang kami kumpulkan, keterangan-keterangan yang kami kumpulkan, ternyata pada akhir April keluarga Pak Jokowi sudah memutuskan bahwa Mas Gibran akan menjadi calon wakil presiden,” tutup Hasto.
Hasto Ibaratkan Gibran Sopir Truk Maut
Sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto mengibaratkan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dengan sopir truk berinisial MI yang menyebabkan tabrakan beruntun tujuh kendaraan di Gerbang Tol (GT) Halim Utama, Jakarta Timur, pada Rabu 27 Maret 2024.
Hasto berkata, salah satu faktor kecelakaan itu terjadi akibat sopir tak memiliki SIM dan masih di bawah umum, tapi dipaksa menyetir truk. Ia berkata, tingkat kedewasaan sopir belum matang lantaran langsung emosi kala disenggol sebuah mobil.
“Ini sebagai contoh bagaimana ketika orang hanya berorientasi pada hasil, (sementara) proses, usia itu diabaikan, maka ini juga berbahaya karena kedewasaan di dalam mengemban jabatan tertentu,” tutur Hasto dalam webinar Sing Waras Sing Menang bertajuk “Sing Waras Menggugat di MK, Hak Angket? Keputusan MKMK?” yang digelar Sabtu (30/3/2024).
Hasto menilai, hal itu juga berbahaya bagi orang yang ingin mengelola negara sebesar Indonesia. Apalagi, kata Hasto, masalah di Indonesia amat kompleks.
“Masalah ekonomi, masalah sosial, persoalan geopolitik, persoalan kemiskinan, persoalan egoisme agama yang juga masih sering kali menjadi persoalan terkait dengan mental spiritual kita,” tuturnya.
Atas dasar itu, Hasto mengkritik pencalonan Gibran kala maju ke gelanggang Pilpres 2024. Hasto berkata, Gibran maju sebagai cawapres sebagai anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pengalaman menjadi Walikota Solo selama dua tahun.
“Saya selalu mengatakan bagaimana kita mendidik anak-anak kita, bagaimana pelajaran agama bisa diterima, pendidikan budi pekerti bagaimana bisa diterima ketika ada di tingkat nasional hal-hal yang tidak bisa menjadi gambaran suatu yang ideal. Ini yang akan menciptakan kerusakan itu,” terang Hasto. (okezone)


