Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Hubungan Kurang Tidur dan Hipertensi: Risiko Tekanan Darah Tinggi Mengintai Mereka yang Kehilangan Jam Tidur

Oleh Redaksi 15
Jumat, 3 Oktober 2025
Foto: Ilustrasi saat tidur (FreePik)

Ilustrasi saat tidur (FreePik)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – Di era modern ini (zaman kiwari), banyak individu sering kali tidak memenuhi kebutuhan jam tidur mereka. Meskipun demikian, pedoman umum menyarankan bahwa orang dewasa seharusnya mendapatkan waktu istirahat setidaknya selama 8 jam setiap malam.

Ironisnya, banyak orang yang tetap tidur dengan durasi yang jauh lebih pendek dari anjuran. Padahal, mendapatkan kurang tidur dapat menimbulkan serangkaian dampak buruk terhadap kesehatan, salah satunya adalah peningkatan tekanan darah.

Pernik Ragam: Hubungan Kurang Tidur dan Hipertensi: Risiko Tekanan Darah Tinggi Mengintai Mereka yang Kehilangan Jam Tidur

Iklan Indako SeputarSumut

Jika Anda rutin tidak memenuhi rekomendasi jam tidur, waspadalah terhadap risiko hipertensi yang mengintai. Mengacu pada informasi dari Very Well Health, kurangnya waktu istirahat yang cukup bisa mengganggu jam internal tubuh. Gangguan ini memicu lonjakan hormon stres yang mengakibatkan penyempitan pada pembuluh darah, dan pada akhirnya, menyebabkan tekanan darah meningkat.

Mendapatkan tidur yang berkualitas sangat penting karena memberi tubuh waktu untuk beristirahat total, memperbaiki diri, dan mengisi ulang energi. Selama Anda tidur, tubuh menjalankan berbagai siklus vital, seperti membuang limbah, memperbaiki jaringan yang rusak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengatur hormon-hormon krusial untuk proses pertumbuhan serta pemulihan.

Terganggunya fungsi-fungsi vital ini adalah akibat langsung dari kurang tidur. Salah satu fungsi penting yang terpengaruh adalah penurunan tekanan darah yang seharusnya terjadi secara teratur di malam hari, sebuah fenomena yang dikenal sebagai ‘nocturnal dipping’. Fungsi penurunan ini sangat penting karena membantu mengurangi beban atau tekanan pada sistem kardiovaskular sehingga perbaikan dapat berlangsung.

Berita Terkait

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Dalam jangka waktu yang panjang, kebiasaan kurang tidur yang terus-menerus dapat menjadi pemicu utama hipertensi. Kondisi tekanan darah tinggi ini pada akhirnya dapat memicu komplikasi yang sangat serius, termasuk risiko serangan jantung dan stroke.

Terdapat dua pemicu utama yang berada di balik terganggunya fenomena nocturnal dipping tersebut. Kedua penyebab ini meliputi gangguan ritme sirkadian (jam biologis tubuh) dan adanya ketidakseimbangan hormon.

Fakta ini didukung oleh sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2023. Penelitian tersebut menemukan bahwa individu yang durasi tidurnya kurang dari enam jam per malam memiliki peluang 10 persen lebih tinggi untuk didiagnosis menderita hipertensi.

Selain insomnia, terdapat beberapa gangguan tidur lain yang secara langsung terhubung dan dikaitkan sebagai penyebab terjadinya hipertensi. Salah satunya adalah sleep apnea. Ketika sleep apnea terjadi, penurunan kadar oksigen dalam darah akan memicu respons alami tubuh (‘fight or run’), termasuk pelepasan hormon norepinefrin yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
  • Inflasi Sumatera Utara Juni 2026 Tembus 4,79 Persen, Wilayah Ini Alami Lonjakan Tertinggi
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com