Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Hun Manet: Kamboja Setujui Gencatan Senjata dengan Thailand

Oleh Redaksi 15
Minggu, 27 Juli 2025
Foto: Perdana Menteri Kamboja Hun Manet. (X.com/PM's Office of Cambodia)

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet. (X.com/PM's Office of Cambodia)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menyatakan bahwa negaranya telah menyetujui gencatan senjata dengan Thailand pada hari Minggu (27/7).

Dalam sebuah postingan di Facebook, Hun Manet mengungkapkan bahwa Kamboja sepenuhnya mendukung gencatan senjata yang cepat dan tanpa syarat setelah konflik di perbatasan Thailand-Kamboja yang mengakibatkan korban jiwa di kedua sisi.

Dunia Internasional: Hun Manet: Kamboja Setujui Gencatan Senjata dengan Thailand

Iklan Indako SeputarSumut

Pernyataan tersebut disampaikan Hun Manet setelah menerima telepon dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada malam hari Sabtu (26/7).

Dalam percakapan tersebut, Trump memberikan ultimatum kepada Kamboja dan Thailand agar segera mencapai kesepakatan gencatan senjata jika ingin melanjutkan pembicaraan dengan Washington mengenai tarif impor.

“Saya telah menyampaikan dengan tegas kepada Yang Terhormat Presiden Donald Trump bahwa Kamboja menyetujui usulan gencatan senjata segera dan tanpa syarat antara kedua angkatan bersenjata,” kata Hun Manet dalam akun Samdech Thipadei Hun Manet, Prime Minister of Cambodia.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

“Bahkan, saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Yang Mulia Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia dan Ketua ASEAN saat ini, pada 24 Juli 2025,” lanjut Hun Manet.

Dalam keterangannya, Hun Manet juga menyatakan bahwa Trump telah mengonfirmasi kepadanya bahwa Thailand siap untuk mengadakan gencatan senjata setelah berkomunikasi dengan Perdana Menteri sementara Phumtham Wechayachai.

“Ini merupakan kabar baik bagi tentara dan rakyat kedua negara. Saya berharap pihak Thailand tidak akan mengubah sikap mereka seperti yang mereka lakukan terhadap upaya Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada 24 Juli,” ucap Hun Manet.

Thailand dan Kamboja terlibat serangan satu sama lain sejak hari Kamis (24/7) setelah angkatan bersenjata masing-masing negara terlibat tembak-menembak di batas wilayah mereka.

Konflik antara kedua negara tersebut kemudian menjalar ke enam daerah dan mengakibatkan sekurang-kurangnya 33 orang tewas dari kedua sisi.

Thailand telah mengonfirmasi kesediaannya untuk memulai pembicaraan mengenai gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran yang paling berdarah dalam sepuluh tahun terakhir.

“Thailand pada prinsipnya setuju untuk melakukan gencatan senjata,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Thailand di X pada Sabtu (26/7), usai dihubungi Trump.

Sementara itu, Thailand juga telah menjelaskan tuduhan dari Kamboja yang menyatakan bahwa Bangkok menolak tawaran gencatan senjata yang diajukan oleh Anwar.

Dalam keterangan terpisah, Phumtham menyampaikan bahwa negaranya tidak memiliki keberatan terhadap usulan Anwar.

Namun, Bangkok menginginkan penjelasan lebih lanjut mengenai syarat-syarat gencatan senjata tersebut.

Ia menegaskan bahwa Thailand pada dasarnya menerima usulan Anwar mengenai konflik ini. Ia hanya meminta adanya komitmen nyata serta jaminan bahwa peristiwa serupa tidak akan terulang di masa depan.(cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com