Jakarta, SeputarSumut – Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal secara resmi mengakui kemerdekaan Negara Palestina pada Minggu (21/9), mendorong solusi dua negara sebagai kunci perdamaian di Timur Tengah. Keputusan keempat negara Barat sekutu Amerika Serikat ini memicu reaksi keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pengakuan tersebut menambah daftar panjang dukungan internasional bagi Palestina, yang kini telah diakui oleh 140 negara di dunia. Langkah ini diumumkan tepat sebelum dimulainya Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pekan ini.
Dunia Internasional: Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal Akui Kemerdekaan Palestina, Netanyahu Kutuk Pengakuan Negara Barat
Dukungan untuk Harapan Perdamaian
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa pengakuan terhadap Negara Palestina bertujuan untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi rakyat Palestina dan Israel. Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan bahwa siklus kekerasan di Gaza harus dihentikan melalui langkah-langkah diplomatik.
Reaksi Keras Netanyahu
Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas mengecam keputusan keempat negara tersebut. Netanyahu menyatakan bahwa pembentukan negara Palestia akan membahayakan kelangsungan hidup Israel. Dia berjanji untuk menentang upaya pengakuan tersebut dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pekan ini. Netanyahu bahkan menegaskan akan terus memperluas permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel.
NATO Gelar Rapat Darurat Terkait Provokasi Rusia
Sementara itu, Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) akan menggelar rapat darurat pada Selasa (23/9) merespons provokasi jet tempur dan drone Rusia yang menerobos wilayah tiga negara Eropa. Rapat ini digelar menyusul permintaan Estonia berdasarkan Pasal 4 Traktat NATO, yang mengatur konsultasi darurat ketika integritas teritorial atau keamanan negara anggota terancam.
Ini akan menjadi rapat ketiga NATO yang digelar berdasarkan Pasal 4 sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Eskalasi ketegangan di Eropa Timur dan perkembangan di Timur Tengah diperkirakan akan menjadi fokus pembahasan dalam Sidang Umum PBB pekan ini.(*/cnni)


