Toba, SeputarSumut – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Toba, Sumatra Utara, diwarnai insiden keracunan massal yang berdampak pada puluhan siswa. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Laguboti, Pahala Hutapea, mengonfirmasi bahwa berdasarkan data yang dihimpun dari Puskesmas, Rumah Sakit (RS) HKBP Balige, dan RSUD Porsea, tercatat hingga hari Kamis (16/10/2025) sekitar 86 pelajar dari sekolahnya menjadi korban insiden tersebut.
Data Korban Masih Dinamis dan Sulit Dipastikan Akurat
Kabar Daerah: Insiden Keracunan Massal MBG di Toba: 86 Pelajar SMPN 1 Laguboti Terdampak, Penyaluran Dihentikan
Meskipun demikian, Hutapea mengakui bahwa sulit untuk memastikan angka korban yang benar-benar akurat saat ini. Hal ini disebabkan karena beberapa pelajar yang terdampak juga mendapatkan perawatan langsung dari bidan-bidan desa setempat, di luar fasilitas kesehatan resmi yang disebutkan.
31 Pelajar Masih Jalani Perawatan Medis
Hingga hari ini, total 31 pelajar dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan di Toba. Menurut data terbaru yang dipegang pihak sekolah, rincian pelajar yang masih dirawat adalah 12 orang di RS HKBP Balige, 11 orang di RSUD Porsea, dan 8 orang di Puskesmas Laguboti. Sisanya yang mencapai puluhan siswa dilaporkan sudah membaik dan diperbolehkan pulang.
Kronologi: Keracunan Terjadi di Hari Ketiga Penyaluran
Program MBG ini sebenarnya telah berjalan aman selama dua hari pertama. Penyaluran dimulai pada Senin (13/10/2025) dengan menu nasi, ayam goreng, semangka, dan tempe, dilanjutkan pada Selasa (14/10/2025) dengan menu nasi, telur, tahu, daun selada, dan jeruk, yang seluruhnya dikonsumsi tanpa masalah.
Namun, insiden keracunan mulai terjadi pada hari Rabu (15/10/2025), yaitu hari ketiga penyaluran MBG. Saat itu, menu yang disajikan adalah nasi, ikan mujair asam manis, tempe, sayur pahit, dan semangka.
Penyaluran MBG di Toba Dihentikan Sementara
Menyikapi insiden serius ini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Toba telah mengambil keputusan tegas. Berdasarkan kesepakatan bersama, mulai Kamis (16/10/2025), seluruh penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Toba dihentikan sementara sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh.
Dinas Kesehatan Belum Pastikan Penyebab Keracunan
Sementara itu, publik masih menunggu kepastian dari pihak berwenang mengenai kondisi korban dan penyebab keracunan. Kepala Dinas Kesehatan Toba yang juga menjabat sebagai Plt. Direktur RSUD Porsea, Freddy Sibarani, menyatakan belum bisa memberikan rincian kondisi pelajar yang masih dirawat. Ia juga belum dapat memastikan apakah keracunan dipicu oleh bakteri, virus, atau apakah uji sampel makanan sudah dilakukan.
“Saat ini kami belum bisa memberikan jawaban. Sedang ada rapat pembahasan (evaluasi) MBG. Nanti akan dijelaskan lebih lanjut,” tutup Freddy, menunjukkan bahwa evaluasi komprehensif sedang dilakukan.(*/mst)


