Dairi – Jalan nasional Sidikalang-Medan di kawasan hutan Lae Pondom, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara yang mengalami amblas sudah bisa dilintasi kendaraan roda 2 dan 4 serta mobil truk.
Dilansir dari MedanBisnis.com, begitupun untuk kendaraan muatan berat di atas 10 ton lebih dilarang melintas untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, karena badan jalan tersebut sangat berpotensi amblas kembali.
Kabar Daerah: Jalan Sidikalang – Medan yang Amblas Sudah Bisa Dilintasi Kenderaan
Pantauan media, Jumat (6/6/2025), hingga saat ini di lokasi Jalan Sidikalang-Medan yang mengalami amblas masih terjadi antrean panjang kendaraan dari dua arah berlawanan.
Pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) dibantu warga memberlakukan buka tutup jalan bagi kendaraan yang melintas untuk menghindari terjadinya kemacetan panjang.
Salah seorang sopir truk, Aji (39) warga Tanjung Morawa, Deli Serdang, mengatakan, dirinya sejak kemarin sore terjebak di sekitar lokasi longsor.
Ia pun terpaksa bermalam di dalam mobil, karena mobil truk tronton yang dikemudikannya tidak bisa melintas.
“Saya pun harus menahan lapar dan haus, karena untuk membeli makan dan minum sangat jauh tempatnya,” ucapnya.
Disebutkannya, sebelumnya dirinya dari kota Medan membawa bermuatan mie instan menuju Kota Fajar, Kabupaten Aceh Selatan, dan pulang dari sana membawa muatan barang bekas (botot).
Jalan nasional Sidikalang-Medan di area hutan Lae Pondom, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara yang mengalami amblas kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan bermotor dua dan empat roda serta truk.
Namun, akses untuk kendaraan yang membawa beban lebih dari 10 ton dilarang untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan, karena jalan tersebut berpotensi mengalami amblas sekali lagi.
Menurut pantauan media pada Jumat (6/6/2025), di sepanjang Jalan Sidikalang-Medan yang terdampak amblas masih terlihat antrian panjang kendaraan dari dua arah yang berlawanan.
Pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) bersama warga setempat menerapkan sistem buka tutup jalan untuk kendaraan guna mencegah kemacetan yang berkepanjangan.
Seorang sopir truk bernama Aji (39) dari Tanjung Morawa, Deli Serdang, mengaku terjebak di area longsor sejak sore kemarin. Dia terpaksa menginap di dalam truknya, karena kendaraannya tidak bisa melewati lokasi tersebut.
“Saya harus menahan lapar dan haus, karena tempat untuk membeli makanan dan minuman sangat jauh,” ujarnya.
Dia menambahkan, sebelumnya dia membawa muatan mie instan dari Medan menuju Kota Fajar di Kabupaten Aceh Selatan, dan dalam perjalanan pulang membawa barang bekas (botot).
Namun sesampainya di kawasan hutan Lae Pondom pada, Kamis sore sekira pukul 16.00 WIB, badan jalan sudah amblas, sehingga sangat berisiko sekali untuk melintas.
“Muatan truk yang saya bawa beratnya sekitar 10 ton lebih, jadi sangat beresiko sekali bila dipaksa melintas,” ujarnya.
Menurutnya, setelah mengetahui badan jalan yang amblas tidak bisa dilintasi kendaraan, khusunya kendaraan bermuatan berat. Sebenarnya dirinya ingin putar balik, tapi tidak ada tempat untuk memutar mobil.
“Saya ingin putar balik mencari jalan lain, tapi tidak ada tempat untuk memutar dikarenakan truk tronton ini sangat panjang,” terangnya.
Ia pun berharap kondisi jalan yang mengalami amblas segera diperbaiki, agar kendaraan bisa melintas.
“Saya berharap badan jalan yang mengalami amblas segera diperbaiki oleh pemerintah,” harapnya.(sg/medanbisnis)


