Simalungun, SeputarSumut – Kawasan hutan yang dilindungi di Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengalami kebakaran dalam beberapa hari terakhir.
Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama masyarakat setempat saat ini berada di lokasi untuk menghindari perluasan api. Pada Rabu (23/7/2025) lalu, tim gabungan telah bekerja keras untuk memadamkan api sejak pagi.
Kabar Daerah: Kawasan Hutan Lindung di Nagori, Simalungun Terbakar
Camat Girsang Sipangan Bolon, Viktor Sijabat, mengungkapkan bahwa kebakaran di hutan lindung Sibaganding merupakan kelanjutan dari kebakaran hutan yang terjadi sebelumnya di kawasan Batu Lotting.
“Forkopimcam bersama warga bahu-membahu padamkan api yang membakar kawasan hutan. Tapi api sulit dipadamkan karena angin kencang. Api kembali menyala dari sisa-sisa kebakaran sebelumnya,” ujar Viktor, Kamis (24/7/2025).
Dalam usaha untuk memadamkan api, tim gabungan membawa 15 unit Alat Pemadam Api Ringan (Apar). Peralatan ini digunakan untuk memberikan respons cepat terhadap situasi darurat kebakaran hutan dan lahan.
“Dari tadi malam hingga pagi ini, kita tetap memantau. Kita standby, ketika ada api kita bergerak untuk memadamkan. Kita juga menjaga agar api tidak menyebar ke rumah-rumah warga. Kita harapkan dalam waktu dekat ini turun hujan. Karena itu satu-satunya harapan karena keterbatasan alat,” ujarnya.
Diketahui bahwa kebakaran di wilayah perbukitan sekitar Danau Toba, mulai dari Huta Ginjang Muara, Bakkara Tipang, Sigulatti, Pusuk Buhit, Silalahi Nabolak, Tongging, Haranggaol, Sibaganding, hingga Aek Nauli, merupakan kejadian yang terjadi berulang kali.
Di sisi lain, sekelompok pemuda yang bernaung dalam Rimba Explore sedang berusaha memadamkan api di kawasan hutan Aek Nauli yang terbakar. Tempat tersebut mengalami kekeringan setelah tiga minggu tidak ada hujan.
Andre Manullang, salah satu anggota Rimba Eksplor, menyatakan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di area Aek Nauli sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan semakin meluas.
“Sudah berlangsung beberapa hari. Kemarin kami melakukan pemadaman di kawasan Aek Nauli, ikut juga Balai Aek Nauli dan masyarakat. Kita berharap kejadian ini tidak berlanjut,” ujar Andre.(mistar)


