Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Kecelakaan Heli yang Tewaskan Presiden Iran Dilaporkan Bikin AS Takut

Oleh Redaksi 15
Rabu, 22 Mei 2024
Foto: Kematian Presiden Iran

Sorang ulama mencium peti mati Presiden Ebrahim Raisi yang terbungkus bendera dalam upacara pemakaman dia dan rekan-rekannya yang tewas dalam kecelakaan helikopter pada hari Minggu di wilayah pegunungan di barat laut negara itu, di kota Tabriz, Iran, Selasa 21 Mei 2024. (AP/)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Kematian Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam sebuah kecelakaan helikopter hari Minggu dilaporkan menimbulkan ketakutan Amerika Serikat (AS). Mengutip laman Politico, dikatakan bagaimana pejabat pemerintah Presiden AS Joe Biden takut ini akan membuat Paman Sam atau Israel terseret.

Pemerintah AS disebut mengamati dengan cermat bagaimana reaksi Iran terhadap kematian mendadak sang presiden. Namun di

Dunia Internasional: Kecelakaan Heli yang Tewaskan Presiden Iran Dilaporkan Bikin AS Takut

Iklan Indako SeputarSumut

“Saya tidak bertaruh pada perubahan kebijakan apa pun,” kata seorang pejabat senior pemerintah AS, dikutip Rabu (22/5/2024).

“Untuk sementara waktu, bukanlah menjadi sebuah pertanyaan gila untuk bertanya, ‘Apakah ini awal mula Perang Dunia III?’,” tambah seorang pejabat lain meski anonim.

Sejauh ini, Iran telah meluncurkan penyelidikan atas kematian pemimpin utama tersebut. Namun, penyebab resmi kecelakaan itu belum diketahui.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kecelakaan ini sendiri terjadi saat meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Hubungan keduanya negara yang tak menjalin jaringan diplomatik itu meruncing setelah Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran pada tahun 2018, saat menjabat sebagai Presiden, yang membuat Negeri Para Mullah itu mulai kembali dijatuhi deretan sanksi oleh AS. Terbaru, Washington dan Teheran memanas pasca serangan Israel ke Gaza pada 7 Oktober silam, di mana Iran mendukung milisi Gaza Palestina Hamas dan proksi-proksinya seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, sementara AS, pro Israel.

Mengutip Firstpost, sebenarnya kemarahan ke AS sudah dilontarkan Mantan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. Ia menunjuk pada embargo secara tidak langsung bertanggung jawab atas tragedi.

Embargo Washington kepada Teheran yang membuat negara itu tak bisa mengakses suku cadang helikopter yang mumpuni. Diketahui, helikopter yang jatuh itu bertipe Bell 212 buatan AS.

Walaupun begitu, tudingan ini bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin. Austin menyebut pihaknya tidak berperan dalam terjadinya kecelakaan itu.

“AS tidak punya peran dalam kecelakaan itu. Saya tidak bisa berspekulasi tentang apa yang mungkin menjadi penyebabnya,” tegasnya.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa saat hilangnya helikopter itu, Teheran sempat meminta bantuan kepada Washington. Tetapi AS menolak dengan beralasan sebagian besar karena alasan logistik.

“Kami diminta bantuan oleh pemerintah Iran. Kami menjelaskan kepada mereka bahwa kami akan menawarkan bantuan, seperti yang akan kami lakukan sebagai tanggapan terhadap permintaan pemerintah asing dalam situasi seperti ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, kepada wartawan.

“Pada akhirnya, karena alasan logistik, kami tidak dapat memberikan bantuan tersebut,” tambahnya.

Selain AS, tudingan ke Israel juga muncul. Mantan Anggota Parlemen Eropa Nick Griffin berkata ada alasan bahwa intelijen Israel Mossad terlibat dalam kecelakaan itu.

Ini disebabkan dukungan Teheran dan Raisi terhadap proksi-proksinya di Timur Tengah yang saat ini sedang menghadapi Israel. Pada sebuah postingan di X, Griffin mengatakan Raisi dan rekannya dari Azerbaijan baru saja membuka bendungan pembangkit listrik tenaga air Qiz Qalasi di perbatasan mereka.

Menurutnya, peningkatan hubungan Iran dan Azerbaijan hanya akan membantu meredakan ketegangan antara Azerbaijan dan Armenia. Ini tak disukai Israel.

“Israel mendapat untung besar dengan menjual drone dan senjata lain yang digunakan untuk menghancurkan pejuang Armenia di Nagorno-Karabakh. Iran dengan tegas mendukung Armenia,” kata Griffin dikutip Mint.

“Membiarkan pertempuran terus berlangsung merupakan kombinasi keuntungan bagi industri senjata besar Israel dan kebencian kuno,” tambahnya.

Dalam sejarahnya, Israel diketahui beberapa kali berhasil melumpuhkan jenderal Iran. Ini termasuk pembunuhan Tel Aviv terhadap seorang jenderal Iran di Damaskus, Mohammad Reza Zahedi, yang memicu serangan drone dan rudal besar-besaran oleh Teheran pada bulan lalu.

Selain itu, Israel diyakini telah melakukan banyak serangan selama bertahun-tahun yang menargetkan pejabat senior militer Iran dan ilmuwan nuklir. Pada akhir 2020, Tel Aviv bahkan dituding menjadi dalang pembunuhan ilmuwan nuklir paling senior Iran, Mohsen Fakhrizadeh, di dekat ibu kota Teheran.

Tak hanya itu, Raisi juga mengambil langkah keras terhadap Israel setelah perang Gaza. Ia mengutuk serangan Israel ke Gaza dan memberi restu kepada para dua proksi terbesar Teheran, Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon, untuk melakukan serangan ke Israel.

Walau begitu, analis lainnya berpandangan teori ini tidak mungkin terjadi. Membunuh presiden yang sedang menjabat merupakan tindakan perang langsung, yang berpotensi memicu tanggapan keras dari Iran. Fokus strategis Israel biasanya tertuju pada sasaran militer dan nuklir dibandingkan tokoh politik terkemuka.

“Ada alasan kuat untuk meragukan keterlibatan Israel,” kata sebuah laporan di The Economist.

“Mereka belum pernah melakukan pembunuhan terhadap seorang kepala negara, sebuah tindakan perang yang jelas akan mengundang respons sengit dari Iran,” tambahnya.

Geger ‘Seribu’ Spekulasi
Sejumlah spekulasi terkait kematian Presiden Iran Ebrahim Raisi yang tewas dalam kecelakaan helikopter Minggu terus muncul. Ini didasari oleh posisi geopolitik Iran yang berdampak kepada banyaknya rival Negeri Para Mullah itu.

Iran sendiri tengah menyelidiki sosok yang sebelumnya dianggap sebagai pewaris Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei itu. Namun, penyebab resmi kecelakaan itu belum diketahui.

Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Rabu (22/5/2024).

Israel
Sejumlah pihak menuding Israel sebagai dalang dari insiden helikopter itu. Ini disebabkan hubungan Israel dan Iran yang terus memburuk, dengan kedua negara saling menyatakan diri sebagai rival masing-masing.

Mantan Anggota Parlemen Eropa Nick Griffin berkata ada alasan bahwa intelijen Israel Mossad terlibat dalam kecelakaan itu. Ini disebabkan dukungan Teheran dan Raisi terhadap proksi-proksinya di Timur Tengah yang saat ini sedang menghadapi Israel.

Pada sebuah postingan di X, Griffin mengatakan Raisi dan rekannya dari Azerbaijan baru saja membuka bendungan pembangkit listrik tenaga air Qiz Qalasi di perbatasan mereka. Menurutnya, peningkatan hubungan Iran dan Azerbaijan hanya akan membantu meredakan ketegangan antara Azerbaijan dan Armenia.

“Israel mendapat untung besar dengan menjual drone dan senjata lain yang digunakan untuk menghancurkan pejuang Armenia di Nagorno-Karabakh. Iran dengan tegas mendukung Armenia,” kata Griffin dikutip laman India, Mint.

“Membiarkan pertempuran terus berlangsung merupakan kombinasi keuntungan bagi industri senjata besar Israel dan kebencian kuno,” tambahnya.

Dalam sejarahnya, Israel diketahui beberapa kali berhasil melumpuhkan jenderal Iran. Ini termasuk pembunuhan Tel Aviv terhadap seorang jenderal Iran di Damaskus, Mohammad Reza Zahedi, yang memicu serangan drone dan rudal besar-besaran oleh Teheran pada bulan lalu.

Selain itu, Israel diyakini telah melakukan banyak serangan selama bertahun-tahun yang menargetkan pejabat senior militer Iran dan ilmuwan nuklir. Pada akhir 2020, Tel Aviv bahkan dituding menjadi dalang pembunuhan ilmuwan nuklir paling senior Iran, Mohsen Fakhrizadeh, di dekat ibu kota Teheran.

Tak hanya itu, Raisi juga mengambil langkah keras terhadap Israel setelah perang Gaza yang pecah pada tanggal 7 Oktober. Ia mengutuk serangan Israel ke Gaza dan memberi restu kepada para dua proksi terbesar Teheran, Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon, untuk melakukan serangan ke Israel.

Walau begitu, analis lainnya berpandangan teori ini tidak mungkin terjadi. Membunuh presiden yang sedang menjabat merupakan tindakan perang langsung, yang berpotensi memicu tanggapan keras dari Iran. Fokus strategis Israel biasanya tertuju pada sasaran militer dan nuklir dibandingkan tokoh politik terkemuka.

“Ada alasan kuat untuk meragukan keterlibatan Israel,” kata sebuah laporan di The Economist.

“Mereka belum pernah melakukan pembunuhan terhadap seorang kepala negara, sebuah tindakan perang yang jelas akan mengundang respons sengit dari Iran.”

Ada ‘campur tangan’ AS?
AS pun terseret dikambing hitamkan dalam kecelakaan Raisi. Ini disebabkan embargo Washington kepada Teheran yang membuat negara itu tak bisa mengakses suku cadang helikopter yang mumpuni.

Diketahui, helikopter yang jatuh itu bertipe Bell 212 buatan AS. Beberapa pengamat menyebut heli tersebut dibuat tahun 1960-an, sudah berumur sekitar 64 tahun.

Mengutip Firstpost, tudingan ke AS disampaikan Mantan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menunjuk. Mengutip Firstpost, sanksi AS secara tidak langsung bertanggung jawab atas tragedi tersebut dengan mencabut suku cadang penerbangan dan pemeriksaan keselamatan yang diperlukan Iran.

Oposisi Raisi?
Spekulasi juga seputar perebutan kekuasaan internal di Iran. Ini dikarenakan Raisi berpotensi menjadi penerus Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Beberapa pihak meyakini Mojtaba Khamenei, putra Khamenei yang juga menjadi salah satu calon Pemimpin Tertinggi, mungkin terlibat.

“Jika Raisi benar-benar meninggal, kesimpulan utamanya adalah kenyataan bahwa Pemimpin Tertinggi berikutnya kemungkinan besar adalah putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei,” tulis Gabriel Noronha, mantan penasihat Iran di Departemen Luar Negeri AS, dalam sebuah postingan di X.

Sinar Laser
Sebuah teori konspirasi yang sangat sensasional mengatakan bahwa senjata energi terarah, seperti laser luar angkasa, digunakan untuk menjatuhkan helikopter. Teori ini cukup populer di platform seperti X.

“Jika tidak ada orang lain yang mau mengatakannya maka saya akan mengatakannya. Presiden Iran jelas-jelas menembakkan helikopternya ke angkasa dengan laser luar angkasa,” tegas seorang pengguna X bernama Diana Wallace.

Ada beberapa tweet lain yang serupa, sebagian besar memiliki gambar yang sama. Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim ini, dan klaim ini tetap merupakan konspirasi tanpa dukungan faktual. (cnbcindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
  • Inflasi Sumatera Utara Juni 2026 Tembus 4,79 Persen, Wilayah Ini Alami Lonjakan Tertinggi
  • Kebakaran Ruko Sembako di Batu Bara Tewaskan Pemilik Toko dan Lukai Dua Orang Usai Pertengkaran
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com