Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Kepolisian Korsel Tangkap 6 Warga AS yang Mencoba Kirim Dollar dan Alkitab ke Korut

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 28 Juni 2025
Foto: Ilustrasi bendera Korsel dan Korut. (Foto: English.ruvr)

Ilustrasi bendera Korsel dan Korut. (Foto: English.ruvr)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Kepolisian di Korea Selatan telah menangkap enam warga negara Amerika Serikat (AS) yang mencoba mengirim sekitar 1. 300 botol plastik yang berisi beras, dolar AS, dan Alkitab ke Korea Utara.

Pihak berwenang mengonfirmasi kejadian tersebut pada Jumat, 27 Juni. Para aktivis asal AS tersebut dianggap telah membuat perbatasan Korea Selatan menjadi suatu ancaman.

Dunia Internasional: Kepolisian Korsel Tangkap 6 Warga AS yang Mencoba Kirim Dollar dan Alkitab ke Korut

Iklan Indako SeputarSumut

Mereka berupaya untuk mengapungkan botol-botol tersebut melalui laut dari sebuah pulau perbatasan di sebelah barat Seoul, yang dekat dengan daerah tertutup di Korea Utara. Namun, tindakan mereka terdeteksi oleh patroli militer.

Seorang pejabat dari Kepolisian Incheon Ganghwa menjelaskan bahwa keenam warga AS tersebut diduga melanggar undang-undang tentang bencana dan keselamatan nasional.

Aktivitas mereka dilakukan di area yang baru saja ditetapkan sebagai “zona berbahaya,” yang melarang kegiatan yang dapat membahayakan penduduk setempat.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

“Kami sedang menyelidiki kasus ini dengan bantuan seorang penerjemah, dan dalam waktu 48 jam kami akan memutuskan apakah akan membebaskan mereka,” ungkap pejabat itu, seperti dilaporkan oleh Reuters pada Jumat, 27 Juni.

Penangkapan ini terjadi tak lama setelah Lee Jae Myung dilantik sebagai Presiden Korea Selatan pada awal Juni 2025. Lee berkomitmen untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara setelah ketegangan antara keduanya sempat meningkat.

Sebagai langkah awal, Lee telah menghentikan siaran pengeras suara anti-Korea Utara di perbatasan dan meminta para aktivis di Selatan yang melepaskan balon helium berisi selebaran yang mengkritik pemimpin Korut, Kim Jong-Un, untuk menghentikan kegiatan tersebut agar tidak merusak hubungan.

Chung Dong-young, yang diusulkan sebagai Menteri Unifikasi Korea Selatan, mengatakan pada Rabu, 25 Juni, bahwa balon berisi selebaran tersebut berfungsi sebagai “pendorong konfrontasi dan permusuhan” antara kedua Korea. Ia juga berharap dapat membangun kembali komunikasi dengan Korea Utara.

Para aktivis, yang sering kali merupakan pembelot dari Korea Utara atau anggota kelompok Kristen, memang kadang-kadang mencoba mengirimkan barang seperti Alkitab dan USB berisi drama Korea Selatan melalui jalur laut dengan menggunakan botol plastik.

Korea Utara sendiri telah mengecam para aktivis tersebut, menyebut mereka “sampah manusia,” dan pada tahun lalu membalas tindakan itu dengan meluncurkan balon berisi sampah ke Korea Selatan serta melakukan siaran anti-Seoul di sepanjang perbatasan.

Keluhan dari warga setempat yang merasa terancam oleh tindakan para aktivis telah membuat sejumlah daerah perbatasan di Korea Selatan, termasuk Pulau Ganghwa, ditetapkan sebagai “zona berbahaya” sejak akhir tahun lalu. Penetapan ini memberikan wewenang kepada pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan terhadap peluncuran balon dan kegiatan anti-Korea Utara lainnya.(cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com