Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Konsumsi Cokelat Hitam Kurangi Risiko Diabetes

Oleh Redaksi 15
Senin, 9 Desember 2024
Foto: Cokelat hitam.

Cokelat hitam.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Penelitian dari Departemen Nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health, Amerika Serikat menemukan bahwa orang yang mengonsumsi setidaknya 5 porsi cokelat hitam (dark chocolate) per minggu memiliki risiko 21 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2, dibandingkan dengan orang yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi cokelat.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lima porsi cokelat jenis apa pun setiap minggu dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah sebesar 10 persen, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi cokelat sama sekali, seperti dikutip dari siaran WebMD, Kamis (4/12).

Pernik Ragam: Konsumsi Cokelat Hitam Kurangi Risiko Diabetes

Iklan Indako SeputarSumut

“Temuan kami menunjukkan bahwa tidak semua cokelat dibuat sama,” kata Binkai Liu, salah satu penulis utama penelitian tersebut sekaligus mahasiswa doktoral di Departemen Nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health.

Dia menambahkan, “Bagi siapa pun yang menyukai cokelat, ini adalah pengingat bahwa membuat pilihan kecil, seperti memilih cokelat hitam daripada cokelat susu, dapat memberikan perbedaan positif bagi kesehatan mereka”.

Para peneliti mencatat bahwa penelitian terdahulu tentang konsumsi cokelat hitam dan risiko diabetes tipe 2 memiliki temuan yang tidak konsisten mengenai manfaatnya atau tidak. Selain itu, hanya sedikit dari penelitian tersebut yang meneliti perbedaan dalam asupan cokelat susu dengan cokelat hitam.

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Oleh karena itu, mereka mencoba untuk melakukan penelitian terbaru mengenai cokelat hitam dan dampaknya terhadap kesehatan. Penelitian baru itu pun telah dipublikasikan dalam jurnal medis Inggris BMJ dan menganalisis data dari 192.208 perawat dan petugas kesehatan yang secara teratur melaporkan kebiasaan makan mereka melalui survei dan tidak menderita diabetes tipe 2 sejak awal.

Khusus penelitian tersebut, orang-orang yang memiliki masalah jantung telah dikecualikan, begitu pula orang-orang yang menderita kanker.

Peserta studi ditanyai seberapa sering mereka makan “satu batang atau bungkus cokelat”, kemudian para peneliti melaporkan bahwa mereka menghitung setiap sajian sebagai 1 ons, yang disebut sebagai porsi makanan standar. Satu ons setara dengan sepotong kecil cokelat.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak seseorang mengonsumsi cokelat, semakin besar kemungkinan terjadinya kenaikan berat badan. Namun, para peneliti mengatakan hal tersebut paling terlihat di antara orang-orang yang mengonsumsi cokelat susu.

“Kami terkejut dengan perbedaan yang jelas antara dampak cokelat hitam dan cokelat susu terhadap risiko diabetes dan manajemen berat badan jangka panjang,” kata Qi Sun, ScD, MD, seorang profesor madya kedokteran, nutrisi, dan epidemiologi Harvard.

“Meskipun cokelat hitam dan cokelat susu memiliki kadar kalori dan lemak jenuh yang sama, tampaknya polifenol yang kaya dalam cokelat hitam dapat mengimbangi efek lemak jenuh dan gula terhadap penambahan berat badan dan diabetes. Ini adalah perbedaan menarik yang layak untuk ditelusuri lebih lanjut,” kata Qi Sun. (antara)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com