Taput, SeputarSumut — Bencana tanah longsor melanda kawasan Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Insiden alam ini mengakibatkan tertutupnya badan Jalan Tarutung-Sipirok oleh material tanah dan kayu, sehingga arus lalu lintas di jalur tersebut mengalami lumpuh total.
Dalam peristiwa mencekam tersebut, sebuah kendaraan pick up Isuzu Traga berwarna putih yang tengah melintas tersapu oleh material longsoran. Kendaraan itu tersorong hingga jatuh ke dasar sungai yang berada tepat di bawah badan jalan tersebut.
Kabar Daerah: Longsor di Pahae Julu Tapanuli Utara Tutup Jalan Tarutung-Sipirok dan Akibatkan Dua Orang Tewas
Kejadian ini menelan korban jiwa, di mana dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat terjebak dan terjepit di dalam kabin kendaraan yang jatuh. Sementara itu, satu orang lainnya dinyatakan berhasil selamat dari musibah tersebut.
Kabar mengenai peristiwa ini dibenarkan oleh Humas Polres Tapanuli Utara, W. Baringbing. Ia memberikan keterangan bahwa personel kepolisian dan tim terkait masih berada di lokasi untuk menangani situasi serta mengevakuasi para korban beserta kendaraan yang ringsek.
“Benar, telah terjadi tanah longsor di Kecamatan Pahae Julu pada Selasa (5/5/2026). Satu unit mobil masuk ke sungai dan mengakibatkan adanya korban. Saat ini petugas masih melakukan evakuasi,” kata W. Baringbing pada Rabu (6/5/2026).
Identitas pengemudi mobil tersebut diketahui bernama Fajar Amri (34), warga Janji Manahan, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang merupakan korban selamat dalam insiden ini.
Namun, dua orang penumpang lainnya tidak dapat menyelamatkan diri. Korban tewas diidentifikasi sebagai Boy Nasution (43), warga Sitaputapu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, serta Diba Hasibuan (38), warga Dusun Sitaputapu, Desa Hutagodang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Keduanya ditemukan di dalam kendaraan dalam kondisi terjepit dan diduga telah mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.(*/mst)


