Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Makanan Bersantan Picu Kolesterol Naik? Ini Penjelasannya

Oleh Redaksi 15
Kamis, 20 Maret 2025
Foto: Ilustrasi makanan bersantan.

Ilustrasi makanan bersantan.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Santan kelapa sering menjadi bahan utama dalam berbagai hidangan khas Indonesia, seperti rendang, opor ayam, gulai, dan sayur lodeh. Masakan yang mengandung santan memiliki cita rasa yang lebih gurih dan lezat, sehingga banyak orang menyukainya.

Namun, ada anggapan bahwa makanan bersantan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah jika dikonsumsi secara berlebihan dan terlalu sering. Peningkatan kolesterol yang terus-menerus dapat berisiko menyebabkan gangguan kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Tetapi, apakah anggapan ini benar?

Pernik Ragam: Makanan Bersantan Picu Kolesterol Naik? Ini Penjelasannya

Iklan Indako SeputarSumut

Memang benar, konsumsi makanan bersantan dalam jumlah besar dan secara rutin dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Namun, bukan kandungan kolesterol dalam santan yang menjadi penyebabnya, melainkan kadar lemak jenuh yang cukup tinggi.

Menurut spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, santan kelapa sebenarnya sama sekali tidak mengandung kolesterol. Namun, kandungan lemak jenuhnya yang tinggi dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.

“Santan tidak mengandung kolesterol tetapi mengandung lemak jenuh yang apabila dimetabolik di badan menyebabkan peningkatan LDL (low-density lipoprotein), itu salah satu fraksi kolesterol,” jelas dr Aru.

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Selain itu, kombinasi santan dengan bahan makanan lain juga dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol. Contohnya, ketika santan dimasak bersama daging.

“Santan itu termasuk makanan golongan lemak, ada minyaknya. Kalau dimasak bersama dengan telur atau daging, otomatis lemaknya bertambah,” ujar Prof Dr dr Em Yunir, SpPD-KEMD, spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes.

“Seringnya juga kan misalnya masak gulai ayam. Sudah begitu daging ayamnya pakai kulit, ini lemaknya tinggi sekali,” tambah Prof Yunir.

Sayangnya, banyak masakan berbasis santan yang dikombinasikan dengan daging, dan pola makan ini telah menjadi kebiasaan masyarakat. Akibatnya, kadar kolesterol dalam darah bisa meningkat lebih cepat.

“Kalau mau kombinasikan santan dengan sayur, misalnya masak sayur lodeh,” ujar Prof Yunir.

Mengonsumsi makanan bersantan sebenarnya tidak dilarang, asalkan tidak berlebihan dan tidak terlalu sering. Disarankan juga untuk membatasi konsumsi makanan bersantan yang dikombinasikan dengan daging hewani serta menjaga pola makan yang lebih sehat.

Jika tetap ingin menikmati makanan bersantan yang mengandung daging, Prof Yunir menyarankan untuk menyertainya dengan menu pendamping yang dapat membantu menyeimbangkan kadar lemak tinggi dalam tubuh. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan kaya serat, seperti sayuran dan buah-buahan yang mengandung antioksidan tinggi.

Buah apel dapat menjadi pilihan, terutama jika dikonsumsi bersama kulitnya, karena bagian kulitnya mengandung antioksidan tertinggi. Selain apel, buah seperti anggur, pir, dan stroberi juga dapat menjadi alternatif yang baik.

Selain menjaga pola makan, berolahraga secara rutin juga penting untuk membantu membakar kalori berlebih dalam tubuh. Meningkatkan aktivitas fisik dapat memberikan dampak positif dalam menjaga kadar kolesterol tetap stabil. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com