Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Meluncur ke Antariksa, Teleskop NASA Petakan 450 Juta Galaksi

Oleh Redaksi 15
Jumat, 14 Maret 2025
Foto: Teleskop SPHEREx resmi meluncur ke antariksa.

Teleskop SPHEREx resmi meluncur ke antariksa.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Teleskop terbaru NASA, SPHEREx, resmi meluncur ke orbit, Selasa (11/3) waktu setempat. Wahana ini memiliki misi memetakan 450 juta galaksi yang ada di alam semesta.

Dengan teknologi canggihnya, Teleskop SPHEREx diklaim dapat membantu para ilmuwan mengungkap apa yang terjadi pada sepersekian detik pertama setelah Big Bang.

Pernik Ragam: Meluncur ke Antariksa, Teleskop NASA Petakan 450 Juta Galaksi

Iklan Indako SeputarSumut

Melansir CNBC, SPHEREx merupakan singkatan dari Spectro-Photometer for the History of the Universe, Epoch of Reionization and Ices Explorer. Teleskop ini dirancang untuk memetakan seluruh langit angkasa, mempelajari ratusan juta galaksi dan menyusun bagaimana alam semesta terbentuk dan berevolusi.

SPHEREx berhasil meluncur setelah mengalami beberapa kali penundaan sejak akhir Februari untuk memberikan lebih banyak waktu bagi para insinyur untuk menilai roket dan komponen-komponennya, serta masalah cuaca buruk di lokasi peluncuran.

Wahana antariksa berbentuk kerucut ini lepas landas pada Selasa malam sekitar pukul 20:10, di atas roket SpaceX Falcon 9 dari Vandenberg Space Force Base, California. Turut serta dalam perjalanan menuju orbit, empat satelit seukuran koper yang akan digunakan NASA dalam misi terpisah untuk mempelajari Matahari.

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Teleskop SPHEREx yang bernilai $488 juta akan mengamati seluruh langit sebanyak empat kali selama dua tahun misinya. (Foto: Dok.NASA)
Teleskop SPHEREx yang bernilai $488 juta akan mengamati seluruh langit sebanyak empat kali selama dua tahun misinya. Instrumennya akan mengamati kosmos dalam 102 warna, atau panjang gelombang yang berbeda, yang menurut NASA lebih banyak daripada misi sebelumnya.

Warna dalam rentang inframerah pada dasarnya tidak terlihat oleh manusia karena cahaya inframerah memiliki panjang gelombang yang lebih panjang daripada yang dapat dilihat oleh mata.

Namun, di luar angkasa, cahaya inframerah dari bintang, galaksi, dan benda langit lainnya membawa informasi penting tentang komposisi, kepadatan, suhu, dan susunan kimianya.

Teknik yang dikenal sebagai spektroskopi memungkinkan para ilmuwan untuk menganalisis cahaya inframerah, membaginya menjadi warna-warna yang berbeda seperti halnya prisma yang bisa memisahkan cahaya matahari menjadi pelangi yang berwarna-warni. Data yang dikumpulkan oleh observatorium SPHEREx akan memberi para peneliti wawasan tentang kimia dan karakteristik lain dari ratusan juta galaksi di alam semesta.

NASA mengatakan bahwa pengamatan ini dapat membantu para ilmuwan mempelajari bagaimana galaksi terbentuk, melacak asal-usul air di Bima Sakti, dan mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi setelah Big Bang, yang menciptakan alam semesta sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu.(CNBC)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com