Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Mematikan, Mpox Merebak di Eropa dan Amerika

Oleh Redaksi 15
Selasa, 13 Agustus 2024
Foto: Cacar monyet.

Cacar monyet.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Wabah mpox atau cacar monyet yang lebih mematikan dikonfirmasi telah menyebar di banyak negara. Di Benua Afrika, selain Republik Demokratik Kongo virus ini juga dilaporkan ada di Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pada tahun 2022, wabah ini telah menyebar di Eropa dan Amerika Utara. Beberapa dekade sebelumnya, penyakit ini sebagian besar ditemukan di Afrika Tengah dan Barat.

Dunia Internasional: Mematikan, Mpox Merebak di Eropa dan Amerika

Iklan Indako SeputarSumut

Dikutip dari CNN, wabah mpox sebelumnya diketahui melonjak di Republik Demokratik Kongo. Sejak Januari 2023, Kongo telah melaporkan bahwa jumlah kasus dugaan mpox clade I terbesar yang pernah tercatat: lebih dari 22.000 kasus, dengan lebih dari 1.200 kematian.

Executive director of WHO’s Health Emergencies Program, Michael Ryan mengatakan saat ini mpox menjadi wabah berskala internasional.

“Sungguh menakjubkan bahwa bahkan ketika wabah berskala besar terjadi di seluruh dunia, tidak ada dana yang tersedia untuk mengendalikan wabah ini di tingkat internasional,” ujar Ryan dikutip dari CNN.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Di sisi lain, Ryan mengatakan wabah mpox sebenarnya bisa diatasi dengan mudah. Selama virus ini ditangani dengan cepat dan tepat.

“Kita harus, sekali lagi, menggunakan dana darurat untuk memulai proses ini. Sangat penting bagi kita untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang virus ini. Itu adalah virus yang bisa dibendung. Hal ini dapat diatasi dengan mudah, jika kita melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat,” katanya.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat telah meminta para dokter untuk lebih ketat dalam memerhatikan wabah mpox. Khususnya bagi mereka yang baru saja bepergian dari Kongo atau negara-negara yang berbatasan dengannya.

Diketahui, mpox merupakan penyakit virus yang dapat menyebar dengan mudah antara manusia dan hewan yang terinfeksi. Penyakit ini menyebar melalui kontak dekat seperti sentuhan, ciuman, atau hubungan seks, serta melalui bahan yang terkontaminasi seperti seprai, pakaian, dan jarum suntik.

Mpox sendiri dicirikan menjadi dua kelompok genetik, yakni clade I dan II. Diketahui, clade Ib telah lama beredar di Kongo dan menjadi pemicu adanya wabah mpox di negara tersebut.

Menurut CDC, clade II bertanggung jawab atas wabah global yang dimulai pada 2022.

WHO menilai risiko pada skala rendah, sedang, tinggi atau sangat tinggi, dan saat ini mereka belum merekomendasikan pembatasan perjalanan untuk negara-negara yang terkena dampak.

WHO telah merekomendasikan vaksinasi mpox pada orang-orang yang terpapar dan berisiko tinggi tertular virus ini. WHO juga telah memulai proses penggunaan darurat dua vaksin mpox yang telah disetujui.

Adapun gejala yang muncul ketika seseorang terpapar virus ini adalah demam, ruam yang nyeri, sakit kepala, nyeri otot dan punggung, energi rendah, serta pembesaran kelenjar getah bening. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com