Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

MK Thailand Tangguhkan Kekuasaan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra

Oleh Redaksi 15
Rabu, 2 Juli 2025
Foto: Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra.(Foto: Al Jazeera)

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra.(Foto: Al Jazeera)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) Thailand telah menangguhkan kekuasaan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra akibat kontroversi percakapan teleponnya dengan mantan PM Kamboja, Hun Sen, yang terungkap ke publik.

Melansir CNNIndonesia, sebanyak tujuh dari sembilan hakim di MK Thailand memutuskan untuk memenuhi permintaan sekelompok senator yang meminta agar Paetongtarn ditangguhkan untuk sementara waktu.

Dunia Internasional: MK Thailand Tangguhkan Kekuasaan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra

Iklan Indako SeputarSumut

Pengajuan tersebut diinisiasi oleh 36 senator dari kalangan konservatif yang meminta MK untuk menyelidiki percakapan telepon antara Paetongtarn dan Hun Sen yang telah memicu kemarahan publik. Dalam proses penyelidikan tersebut, mereka meminta agar perdana menteri diskors.

Percakapan telepon antara Paetongtarn dan Hun Sen membuat rakyat Thailand merasa geram karena Paetongtarn terdengar mengecam militer negara tersebut.

Selain itu, ia juga tampak merendahkan negaranya sendiri dengan menunjukkan sikap yang terlalu tunduk terhadap Hun Sen.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Setelah Paetongtarn dinonaktifkan, jabatan perdana menteri sementara kini diisi oleh Wakil Perdana Menteri serta Menteri Transportasi, Suriya Juangroongruangkit.

Politisi berusia 70 tahun ini telah terjun ke dunia pemerintahan sejak tahun 1990-an.

Dia pernah memegang berbagai posisi menteri dalam beberapa pemerintahan dan memiliki pengalaman panjang dalam politik Thailand, termasuk bersama partai pendahulu Pheu Thai, partai yang saat ini berkuasa.

Paetongtarn tetap berada dalam kabinet, karena pada hari Senin, kerajaan memberikan persetujuannya terkait pembentukan kabinet baru yang juga mencakup Paetongtarn sebagai menteri kebudayaan Thailand.

Sementara itu, Paetongtarn juga diberikan waktu 15 hari untuk memberikan tanggapannya kepada MK melalui klarifikasi tertulis, seperti yang dilaporkan oleh Bangkok Post.

Paetongtarn menerima keputusan MK
Setelah mendengar hasil keputusan MK, Paetongtarn mengungkapkan bahwa ia menerima putusan tersebut.

Ia juga mengaku telah menghubungi Hun Sen untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih dalam dengan Kamboja.

“Saya hanya memikirkan cara untuk mencegah bentrokan dan korban. Saya bersikeras bahwa saya tidak memiliki niat buruk,” kata Paetongtarn.

“Saya minta maaf jika pendekatan yang saya ambil memuaskan dan tidak memuaskan banyak orang,” lanjutnya.

Percakapan telepon Paetongtarn dengan Hun Sen sendiri berlangsung pada 15 Juni lalu usai Thailand dan Kamboja tegang di perbatasan.

Kedua negara itu tegang setelah seorang tentara Kamboja tewas ketika pasukan terlibat baku tembak di wilayah sengketa yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud Mei lalu. Wilayah itu adalah tempat di mana perbatasan Kamboja, Thailand, dan Laos bertemu.

Ketegangan kedua negara ini terus berlanjut hingga Kamboja memutuskan membatasi impor bahan bakar dan menyetop impor buah-buahan serta sayur Thailand. Kamboja juga melarang penayangan acara TV dan film dari negara tetangganya itu.

Sebagai balasan, Thailand pun menutup semua perbatasannya dengan Kamboja dan memperpendek visa warga Kamboja.(cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com