Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Ngeri! 31 Orang Tewas Usai Kereta Dibajak 30 Jam

Oleh Redaksi 15
Minggu, 16 Maret 2025
Foto: Pembebasan korban pemberontak bajak kereta di Pakistan. 

Pembebasan korban pemberontak bajak kereta di Pakistan. 

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Kelompok separatis membajak kereta di Pakistan Barat Daya berhari-hari. Kabar teranyar, 31 korban tewas dalam pembajakan ini.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk serangan ini. Dilansir AFP, Sabtu (15/3/2025), lebih dari 340 penumpang kereta berhasil dibebaskan.

Dunia Internasional: Ngeri! 31 Orang Tewas Usai Kereta Dibajak 30 Jam

Iklan Indako SeputarSumut

Pembajakan kereta ini didalangi militan bersenjata Tentara Pembebasan Balochistan (BLA). Juru bicara militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, dalam pernyataannya menyebut penyanderaan yang berlangsung selama dua hari di wilayah terpencil Balochistan.

Penyanderaan itu tidak hanya menewaskan warga sipil, tapi juga tentara Pakistan. Chaudhry menyebut bahwa 31 korban tewas itu terdiri atas 18 tentara dan personel paramiliter Pakistan, tiga karyawan otoritas perkeretaapian, dan lima warga sipil.

Mereka semua tewas selama situasi penyanderaan berlangsung lebih dari 30 jam pekan ini.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Pembebasan Sandera

Chaudhry menuturkan lima tentara Pakistan lainnya tewas saat menjalankan operasi untuk merebut kembali kendali kereta. Sebelumnya militan bersenjata BLA menghentikan laju kereta Jaffar Express dengan ledakan bom.
“Banyak yang luka-luka dan jumlah korban tewas mungkin bertambah,” jelas dia.

Secara terpisah, Otoritas Pakistan mengumumkan sebanyak 33 ‘teroris’ yang berpartisipasi dalam penyanderaan itu telah tewas pada Rabu (12/3) malam. Jumlah pelaku penyanderaan yang tewas ini tidak dimasukkan ke dalam jumlah korban tewas.

“Lebih dari 340 penumpang berhasil dibebaskan,” ucap kepala menteri Balocshitan, Mir Sarfraz Bugti, dalam konferensi pers di Islamabad.

BLA telah aktif selama lebih dari dua dekade di wilayah pegunungan Balochistan, provinsi yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan.

BLA sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Februari lalu yang menewaskan 17 tentara paramiliter, dan mengklaim serangan yang didalangi seorang wanita pengebom bunuh diri yang menewaskan seorang tentara bulan ini.

Pakistan Tuding Afghanistan Beri Tempat Berlindung Kelompok Militan

Pakistan menuding Afghanistan telah memberikan tempat berlindung bagi kelompok militan. Pakistan menuding pemberontak merencanakan dan melancarkan serangan ini di Afghanistan.

“Para militan itu melakukan kontak dengan handler mereka di Afghanistan,” tuding Chaudhry dalam pernyataannya.

Namun Taliban telah membantah tudingan ini.

Untuk diketahui, pasukan keamanan Pakistan telah memerangi pemberontakan selama puluhan tahun di Balochistan. Wilayah ini merupakan wilayah miskin.

Namun tahun lalu, terjadi lonjakan angka tindak kekerasan di provinsi tersebut. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
  • Realisasi APBN Sumatera Utara Mei 2026 Optimal Dorong Pemulihan Pasca Bencana dan Berdayakan UMKM
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com