Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Pakar: Sistem Keamanan OTP Tak Lagi Aman!

Oleh Redaksi 15
Kamis, 13 Februari 2025
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Sistem keamanan SMS One-Time Password (OTP) dinilai sudah tak aman di tengah maraknya upaya social engineering atau rekayasa sosial yang dilakukan penjahat siber untuk melakukan pengambilalihan akun.

“Lebih dari 90 persen kasusnya [pengambilalihan akun], penyebabnya apa, masalahnya apa, root causenya apa, itu karena SMS OTP ini tidak aman. Tidak aman,” kata Niki Luhur, Founder dan CEO Grup VIDA dalam acara “VIDA – Where’s the Fraud? How to Face Account Takeovers and AI-Generated Fraud” di Jakarta, Rabu (5/2).

Pernik Ragam: Pakar: Sistem Keamanan OTP Tak Lagi Aman!

Iklan Indako SeputarSumut

“Bukan berarti tidak ada gunanya sama sekali ya. Cuma untuk otentikasi, untuk menjaga dana kita, itu kurang. Dan kita harus meminta standar yang ditingkatkan lagi, agar uang kita aman,” tambahnya.

White Paper yang dirilis VIDA mengungkap lonjakan kasus pengambilalihan akun atau Account Takeover (ATO). Dalam dokumen tersebut, VIDA mengatakan 97 persen perusahaan di Indonesia mengalami insiden pengambilalihan akun dalam 12 bulan terakhir, yang disebabkan oleh phishing dan smishing (SMS phishing).

Niki menyebut SMS OTP sebagai metode autentikasi tradisional yang telah berusia puluhan tahun. Oleh karenanya, hal itu tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman digital saat ini.

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

“Penipuan account takeover (ATO) meningkat pesat, dan sementara metode lama seperti kata sandi dan SMS OTP justru membuka celah bagi bisnis dan konsumen rentan terhadap serangan digital fraud,” tuturnya.

Lebih lanjut, riset yang dilakukan VIDA menemukan 67 konsumen mereka melaporkan transaksi tidak sah di akun digital mereka. Salah satu insiden utama adalah terkait kerentanan SMS OTP.

VIDA juga menemukan 98 persen bisnis mengalami masalah autentikasi, tetapi hanya 9 persen yang mencari solusi alternatif.

Sementara itu, 46 persen bisnis yang menjadi responden mereka tidak memiliki pengetahuan tentang cara mengurangi risiko pengambilalihan akun.

Niki menjelaskan pengambilalihan akun dengan social engineering saat ini marak dilakukan, karena akses terhadap tools atau peralatan penipuan tersebut mudah diakses. Menurutnya, peralatan malware saat ini bahkan bisa didapatkan dengan harga Rp500 ribu saja.

“Toolsnya ini bukan tools yang rumit, tools ini bisa dibeli, malware bisa beli dengan harga Rp500 ribu dan dipakai berulang-ulang untuk menipu ratusan korban.” terang Niki.

“Ratusan korban dengan biaya investasi cuma Rp500 ribu. Dapat apps malware untuk bisa menyedot data-data dari Hp-Hp semua ponsel Anda. Segampang itu, semurah itu,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, VIDA juga meluncurkan VIDA Authentication Suite yang menawarkan solusi lebih aman dibandingkan SMS OTP, yakni Phone Token dan Face Token.

VIDA Phone Token menggantikan SMS OTP dengan kunci kriptografi yang terikat pada perangkat pengguna, menghilangkan risiko serangan yang memanfaatkan OTP berbasis SMS.

Sementara VIDA Face Token memanfaatkan keamanan Infrastruktur Kunci Publik (PKI) yang dikombinasikan dengan biometrik wajah dan deteksi keaktifan, memastikan hanya pengguna yang sah dapat mengakses akun mereka. (CNBC)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com