Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Pasukan Keamanan Suriah Diduga Bunuh 532 Penganut Alawi

Oleh Redaksi 15
Minggu, 9 Maret 2025
Foto: Pasukan keamanan Suriah dan kelompok-kelompok sekutu diduga membantai 532 warga sipil Alawi dalam beberapa hari terakhir.

Pasukan keamanan Suriah dan kelompok-kelompok sekutu diduga membantai 532 warga sipil Alawi dalam beberapa hari terakhir.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Lembaga pemantau perang Suriah mengatakan pasukan keamanan dan kelompok-kelompok sekutu menewaskan 532 warga sipil Alawi dalam beberapa hari terakhir. Laporan terbaru merevisi jumlah korban sebelumnya yang disebut 340 orang.

Bentrokan berdarah kembali terjadi di Suriah sejak Kamis (6/3). Bentrokan terjadi antara pasukan keamanan dan kelompok-kelompok bersenjata pendukung Bashar al-Assad, presiden yang belum lama ini digulingkan.

Dunia Internasional: Pasukan Keamanan Suriah Diduga Bunuh 532 Penganut Alawi

Iklan Indako SeputarSumut

“532 warga sipil Alawi terbunuh di daerah pesisir Suriah dan pegunungan Latakia di tangan pasukan keamanan dan kelompok-kelompok sekutu” kata Syrian Observatory for Human Rights dalam laporannya, melansir AFP, Sabtu (8/3).

Sementara itu, pasukan Suriah meningkatkan keamanan di tengah laporan pembunuhan massal terhadap warga Alawi.

Pasukan keamanan Suriah dikerahkan secara besar-besaran di pusat kota Alawite di pantai Mediterania pada Sabtu (8/3), setelah pemantau perang melaporkan bahwa pasukan pemerintah dan sekutu telah menewaskan lebih dari 500 warga sipil dari kelompok agama minoritas tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Penduduk di wilayah tersebut terus melaporkan pembunuhan warga sipil setelah bentrokan mematikan terjadi pada hari Kamis antara pemerintah baru Suriah dan orang-orang bersenjata yang setia kepada presiden terguling Bashar al-Assad, yang juga seorang Alawite.

Menurut laporan tersebut, ratusan warga sipil itu dibunuh dalam “eksekusi” yang dilakukan oleh personil keamanan atau pejuang pro-pemerintah. Selain itu, laporan tersebut juga mengungkap penjarahan rumah dan properti yang dilakukan pasukan keamanan.

Laporan itu mengungkap kematian warga sipil ini menambah jumlah korban jiwa sejak hari Kamis menjadi 745 orang, setelah pertempuran menewaskan 93 anggota pasukan keamanan pemerintah baru dan 120 pejuang pro-Assad.

Kantor berita resmi SANA melaporkan bahwa pasukan keamanan telah dikerahkan ke Latakia, serta Jableh dan Baniyas di bagian selatan, untuk memulihkan ketertiban.

Warga Baniyas, Samir Haidar, 67 tahun, mengatakan kepada bahwa dua saudara laki-lakinya dan keponakannya dibunuh oleh kelompok bersenjata yang memasuki rumah-rumah warga. Ia menambahkan bahwa ada orang asing di antara mereka. Dia berhasil melarikan diri ke sebuah wilayah Sunni.

“Jika saya terlambat lima menit saja, saya pasti sudah terbunuh. Kami diselamatkan di menit-menit terakhir,” kata Haidar.

Haidra mengaku sebagai anggota sekte Alawi. Meskipun demikian, ia adalah bagian dari kelompok oposisi sayap kiri yang menentang rezim Assad dan dipenjara selama lebih dari satu dekade di bawah pemerintahan mereka.

Juru bicara kementerian pertahanan Hassan Abdul Ghani mengatakan bahwa pasukan keamanan telah mengambil alih kendali atas daerah-daerah yang telah diserang oleh para loyalis Assad.

“Dilarang keras untuk mendekati rumah atau menyerang siapa pun di dalam rumah mereka,” tambahnya dalam sebuah video yang diposting oleh SANA. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
  • Realisasi APBN Sumatera Utara Mei 2026 Optimal Dorong Pemulihan Pasca Bencana dan Berdayakan UMKM
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com