Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Pengguna TikTok di AS Beralih ke RedNote

Oleh Redaksi 15
Minggu, 23 Februari 2025
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beijing – Pada pertengahan Januari, ancaman larangan TikTok oleh pemerintah AS membuat sejumlah besar pengguna TikTok di AS beralih ke RedNote, yang memadukan fitur-fitur Instagram dan Pinterest, dalam mencari sebuah komunitas baru.

Hal itulah yang salah satunya membuat film “Ne Zha 2” bisa diterima dengan baik di Amerika Serikat (AS). Mereka menjadi semacam “pengungsi TikTok” AS di Xiaohongshu, aplikasi media sosial Tiongkok yang dikenal di luar negeri sebagai “RedNote”.

Pernik Ragam: Pengguna TikTok di AS Beralih ke RedNote

Iklan Indako SeputarSumut

Tony Oswald, seorang pembuat film lepas (freelance filmmaker) yang berbasis di New York, membagikan pengamatannya dalam sebuah video pendek yang meraup lebih dari 2.500 likes dan 700 lebih komentar.

Sebulan setelah RedNote menerima lonjakan besar “pengungsi TikTok”, Oswald termasuk salah satu dari warganet AS yang tetap aktif di aplikasi tersebut untuk membantu mempertahankan jembatan baru pertukaran akar rumput antara kedua negara.

Beberapa pengguna berterima kasih kepadanya karena telah “menjawab pertanyaan-pertanyaan mendesak”, dan terlepas dari permintaan maafnya karena tidak fasih berbahasa Mandarin, beberapa komentar bahkan menyebutnya “pembelajar bahasa yang cepat.”

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Mengenai apakah para penonton bioskop AS memahami kisah yang terinspirasi dari legenda Tiongkok ini, Oswald menjawab dengan lugas, ceritanya sangat sederhana. Semua orang bisa memahaminya. “Beberapa mitos Tiongkok, mungkin warga AS tidak begitu mengerti, tetapi lelucon, emosi, dan animasi semuanya sangat bagus.”

Sebulan setelah RedNote menerima lonjakan besar “pengungsi TikTok”, Oswald termasuk salah satu dari warganet AS yang tetap aktif di aplikasi tersebut untuk membantu mempertahankan jembatan baru pertukaran akar rumput antara kedua negara.

Kedatangan mereka kemudian disambut dengan sambutan hangat yang luar biasa dari warganet Tiongkok, dan apa yang dimulai sebagai “tempat perlindungan” sementara telah berkembang menjadi ruang untuk komunikasi akar rumput, mulai dari berbagi pengalaman hidup sehari-hari hingga bertukar tips memasak dan foto-foto hewan peliharaan yang lucu.

Sejak larangan TikTok ditunda sementara pada akhir Januari lalu, banyak warganet AS yang kembali ke TikTok dan menyampaikan perpisahan secara emosional kepada teman-teman baru mereka dari Tiongkok di RedNote dan berjanji akan selalu mengingat “pertemuan” tersebut.

Sebagian warganet lainnya memutuskan untuk tetap menggunakan RedNote, karena tertarik dengan suasananya yang ramah dan positif.

“Saya berniat untuk menetap (menggunakan RedNote) karena secara obyektif lebih bagus di sini,” ungkap’finnfinndog,’ seorang warganet dari Michigan. Sementara warganet AS lainnya ‘Inspiration’, menambahkan bahwa “mereka yang suka ketenangan dan kedamaian akan menetap di sini di RedNote.”

“Saya menyukai konten, para pengguna, dan budaya berbaginya di sini, itulah mengapa saya ingin tetap menggunakan RedNote,” ujar Cristian dari Negara Bagian New York, AS.

“Aplikasi ini membuka mata saya tentang betapa ramahnya orang-orang Tiongkok. Saya telah bertemu dengan beberapa teman di sini dan kami saling mengirimkan foto-foto kehidupan kami. Salah satu teman saya mengirimkan foto-foto Kota Terlarang dan itu sangat luar biasa,” paparnya.

Para pengamat menjelaskan bahwa daya tarik RedNote tidak hanya dari segi suasananya yang bersahabat, tetapi juga karena platform ini menyediakan ruang bagi para pengguna dari AS dan Tiongkok untuk terhubung di tingkat akar rumput, berbagi pengalaman budaya, dan membentuk ikatan.

Banyak pengulas film “Ne Zha 2” asal AS menyebutkan bahwa mereka menerima rekomendasi dari para pengikut RedNote mereka di Tiongkok, yang mendorong mereka untuk menonton film yang “belum banyak didengar oleh orang AS lainnya.” Film animasi tersebut telah menjadi film animasi terlaris sepanjang masa secara global, meraup lebih dari 1,7 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.344) di box office.

Bahkan pertukaran profesional pun telah berkembang. Kevin, seorang teknisi listrik dari Florida, memiliki 13.000 penggemar setelah dia secara rutin mengunggah pembaruan tentang praktik konstruksi AS dan terlibat dalam diskusi teknis dengan para teknisi listrik dari Tiongkok.

Ruthie, yang juga berasal dari Florida, membagikan keputusannya untuk melanjutkan studi di Kota Shenzhen, Tiongkok selatan.

Unggahan tersebut mendorong Universitas Shenzhen, tempat dia akan belajar, membuat sebuah unggahan untuk menyambut mahasiswa AS tersebut.

Banyak warga lokal Shenzhen yang juga bergabung dalam diskusi, memberikan tips tentang makanan lokal, transportasi, dan objek-objek wisata.

“Jangan khawatir sobat, Shenzhen itu pada dasarnya adalah ‘Miami’ Tiongkok, ada pohon palem, pantai, dan suasana menakjubkan 24/7,” bunyi komentar seorang warganet dari Provinsi Guangdong, lokasi Shenzhen berada.

“Datanglah ke sini, saya akan mentraktir Anda teh boba terbaik,” ujar warganet lainnya. (antara)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com