seputar – Jakarta | Calon presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto secara mengejutkan mengaku banyak setuju dengan pernyataan yang diucapkan oleh Capres nomor urut 3 yaitu Ganjar Pranowo.
Hal itu ia sampaikan dalam debat ketiga Capres yang dilakukan oleh Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat ketiga di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu (7/1/2024). “Saya harus mengatakan, saya banyak sependapat dengan Pak Ganjar,” kata Prabowo.
Sorot Politik: Prabowo Subianto Berkali-kali Sependapat dengan Ganjar
Hal tersebut terjadi saat membahas tentang keamanan yang harus diselesaikan oleh pimpinan. Prabowo juga menyepakati tentang TNI dan Polri diapresiasi tinggi karena telah menjaga pertahanan dan keamanan Indonesia. “Harus kita akui, menghadapi terorisme, bom Bali, Ploso dan sebagainya,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Prabowo berjanji jika dirinya terpilih akan meningkatkan kualitas hidup TNI Polri.
“Kalau saya dapat mandat saya akan memperbaiki kualitas hidup TNI dan Polri, memimpin supaya TNI Polri menjadi terbaik yang bisa kita bangun dengan keunggulan TNI dan Polri langsung di bawah presiden,” tegasnya.
Soal utang, menyebutkan bahwa Indonesia memiliki utang luar negeri yang termasuk rendah di banding negara lainnya.
“Indonesia sekarang utang luar negeri sebagai rasio perbandingan, kita salah satu terendah, kita berada disekitar 40 persen sedangkan banyak negara yang kauh di atas kita,” ujar Prabowo dalam debat Capres yang digelat di Istora Senayan pada Minggu (7/1/2023).
Prabowo juga menyebutkan dengan pengelolaan dan strategi ekonomi yang tepat terutama hilirisasi, membuatnya mengaku tak khawatir negara lain intervensi soal utang.
“Saya keliling ke dunia mereka sangat hormat ke Indonesia dan kita tak pernah gagal dalam utang. Saya optimis,” sambungnya.
Meskipun demikian, Menhan RI ini juga mengaku Indonesia harus memiliki pertahanan yang kuat. Hal tersebut agar tak mudah diintimidasi dan dapat mengamankan ekonomi.
“Saya tegaskan kembali bahwa pelajaran sejarah manusia, yang lemah selalu ditindas. Kita lihat saja apa yang terjadi di Gaza, kita tidak boleh lemah,” tutupnya. (viva)


