Jakarta, SeputarSumut –Target besar ditetapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang mencanangkan agar Indonesia dapat segera mencukupi seluruh pasokan kebutuhan bahan bakar minyak secara mandiri tanpa bergantung pada jalur impor. Kepala Negara memberikan tenggat waktu dalam kurun empat tahun mendatang agar target swasembada energi nasional tersebut dapat terealisasi seutuhnya.
“Karena kita swasembada pangan, jika terjadi perang di mana-mana, kita akan mampu mengatasinya. Dan kita akan menuju swasembada BBM serta swasembada energi. Maksimal empat tahun lagi untuk kebutuhan BBM kita,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya pada acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.
Lintas Nasional: Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada BBM dan Energi Tanpa Impor dalam Empat Tahun
Langkah konkret dan perwujudan komitmen dari pihak eksekutif dalam mengakselerasi kemandirian sektor energi tersebut bakal diwujudkan lewat peluncuran produk bahan bakar minyak varian solar baru. Jenis solar tersebut merupakan hasil rekayasa percampuran dengan komoditas minyak kelapa sawit yang dinamakan B50, sehingga diharapkan mampu menyetop pasokan solar dari pasar luar negeri guna mencukupi keperluan domestik.
“Bulan Juli ini kita akan meluncurkan B50, solar yang diolah dari campuran 50 persen kelapa sawit. Dengan demikian kita tidak akan impor dari luar negeri,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengutarakan janji jajaran kabinetnya untuk mengerahkan performa kerja maksimal demi mengutamakan maslahat bagi publik tanah air. Ia memaparkan bahwa ritme kerja aparatur negara bakal terus bergulir tanpa mengenal waktu libur demi menjamin ketercapaian target pembangunan nasional, terkhusus pada sektor ketahanan pangan.
“Perjalanan masih jauh, pemerintah yang saya pimpin bekerja keras, tidak ada hari libur. Kita terus mencari jalan terbaik supaya uang rakyat bisa kita jaga, supaya kita menjadi tuan di rumah kita sendiri,” ujarnya.
“Saya ucapkan terima kasih juga atas kesetiaan saudara-saudara bersama ulama, bersama santri, bersama prajurit, tentara, dan polisi. Kalau kita bersatu, Indonesia tidak akan goyah, tidak akan gagal, biar mereka terkejut melihat apa yang akan terjadi,” kata Presiden Prabowo menegaskan.(*/rri)


