Medan, SeputarSumut — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, melaksanakan kunjungan istimewa ke SD Muhammadiyah 09 Medan pada Rabu (24/6). Kehadiran wakil rakyat tersebut membawa angin segar dan harapan baru bagi pihak sekolah, pengurus Muhammadiyah, serta para orang tua siswa yang selama ini mengharapkan adanya perbaikan sarana prasarana pendidikan. Dalam kunjungan tersebut, Sofyan Tan secara spontan berinisiatif meninjau ruang kelas yang rusak dan langsung menghubungi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, untuk mengusulkan prioritas rehabilitasi bagi sekolah tersebut.
Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti seisi sekolah saat Sofyan Tan berbicara langsung dengan Menteri di hadapan kepala sekolah, para guru, pengurus, serta pimpinan cabang Muhammadiyah. Dalam percakapan telepon itu, Menteri merespons cepat dan meminta agar pihak sekolah segera mengajukan usulan revitalisasi agar dapat diprioritaskan. Kepala SD Muhammadiyah 09 Medan, Rini Rahmayani, mengaku sangat terharu dan mengibaratkan kebahagiaannya seperti anak kecil yang mendapatkan boneka setelah menerima kabar kedatangan Sofyan Tan dari stafnya tiga hari sebelum acara.
Sorot Politik: Sofyan Tan Perjuangkan Revitalisasi Ruang Kelas SD Muhammadiyah 09 Medan Lewat Komunikasi Langsung dengan Menteri Pendidikan
Kondisi fisik SD Muhammadiyah 09 Medan yang menampung sekitar 200 siswa saat ini memang membutuhkan perhatian serius demi menunjang kegiatan belajar mengajar yang aman. Ruang kelas yang berada di lantai atas masih menggunakan lantai papan kayu yang sudah berusia lebih dari tiga dekade dan mulai lapuk dimakan usia. Sementara itu, ruang kelas di lantai bawah juga mengalami kerusakan pada bagian plafon bangunan yang sudah usang dan memerlukan perbaikan total.
Pihak sekolah berharap proses rehabilitasi dapat segera berjalan agar para siswa bisa belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan aman. Rini Rahmayani menjelaskan bahwa ruang kelas berlantai kayu yang papan-papannya mulai lapuk tersebut sudah berusia lebih dari 30 tahun. Bagi Sofyan Tan pribadi, memberikan perhatian pada sektor pendidikan merupakan hal mendasar untuk mengurai rantai kemiskinan dan menekan angka kriminalitas, termasuk persoalan aksi begal yang marak terjadi di Kota Medan.
Dalam sesi dialog bersama para guru dan pengurus Muhammadiyah, Sofyan Tan menegaskan bahwa tindakan kriminalitas muncul akibat kemiskinan, sedangkan kemiskinan bertahan karena ketiadaan lapangan kerja yang disebabkan oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia akibat pendidikan yang tidak diprioritaskan. Oleh sebab itu, ia memuji konsistensi Muhammadiyah yang selalu berfokus pada bidang pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, simbol Muhammadiyah sebagai Sang Surya memiliki makna mendalam untuk menerangi masa depan bangsa.
Anggota dewan tersebut turut membagikan kisah masa kecilnya yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi sebagai anak seorang penjahit di kawasan Sunggal bersama sembilan saudara lainnya. Tinggal di rumah berdinding tepas, berlantai tanah, dan beratap nipah sempat membuat dirinya hampir diberikan kepada orang lain karena kemiskinan keluarga, namun ia tetap bersikap ngotot untuk terus bersekolah hingga akhirnya berhasil menjadi dokter dan anggota DPR RI. Hubungan dekat Sofyan Tan dengan Muhammadiyah juga sudah terjalin lama sejak ia menjabat sebagai Ketua Presidium Forum Nasional Usaha Kecil Menengah (UKM) saat membina ibu-ibu Aisyiyah di Medan.
Dukungan nyata Sofyan Tan terhadap SD Muhammadiyah 09 Medan juga dibuktikan lewat penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Rini Rahmayani memaparkan bahwa pada tahun ini terdapat 124 siswa yang terdaftar sebagai penerima manfaat PIP, jumlah tertinggi yang pernah dicapai sepanjang sejarah berdirinya sekolah tersebut sehingga hampir seluruh siswa dari total 200 murid telah tercover bantuan.
Acara silaturahmi dan peninjauan fasilitas sekolah ini turut dihadiri dan disaksikan secara langsung oleh Pembina dan Pengawas SD Muhammadiyah 09 Medan Iwan Darmawan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jhon April, Ketua Majelis Dikdasmen dr Wahyu, serta segenap jajaran guru dan pengurus Muhammadiyah setempat.(Siong)


