Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Rapat Kerja DPR: Mendiktisaintek Tanggapi Kritik Anggota DPR Soal Diskriminasi Perguruan Tinggi Swasta

Oleh Redaksi 15
Rabu, 27 Agustus 2025
Foto: Anggota Komisi X DPR RI, dr. Sofyan Tan, melontarkan kritik keras terhadap beberapa kebijakan Kemendiktisaintek dalam rapat kerja di Gedung DPR RI.(Ist)

Anggota Komisi X DPR RI, dr. Sofyan Tan, melontarkan kritik keras terhadap beberapa kebijakan Kemendiktisaintek dalam rapat kerja di Gedung DPR RI.(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

​Jakarta, SeputarSumut — Anggota Komisi X DPR RI, dr. Sofyan Tan, melontarkan kritik keras terhadap beberapa kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam rapat kerja di Gedung DPR RI. Kritikan tersebut mencakup dugaan diskriminasi terhadap Perguruan Tinggi Swasta (PTS), penurunan anggaran KIP Kuliah, serta kinerja Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Inspektorat Jenderal.

​Kritik Pertama: Perlakuan Diskriminatif terhadap PTS

Sorot Politik: Rapat Kerja DPR: Mendiktisaintek Tanggapi Kritik Anggota DPR Soal Diskriminasi Perguruan Tinggi Swasta

Iklan Indako SeputarSumut

​Sofyan Tan menyoroti kesenjangan anggaran antara PTN dan PTS, meskipun PTS menampung 4,5 juta mahasiswa di 2.290 kampus. Ia membandingkannya dengan alokasi Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) sebesar Rp5,8 triliun, ditambah dana revitalisasi dan sarana prasarana yang besar, sementara PTS hanya menerima Rp300 miliar.

​”UUD 1945 menjamin tidak ada perbedaan antara kampus negeri dan swasta. Karena itu, jika ada BOPTN, seharusnya ada juga BOPTS,” tegas Sofyan Tan.

​Menanggapi hal ini, Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto membantah adanya diskriminasi. Ia mengaku akan membahas usulan BOPTS dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas, seraya berharap hal itu dapat direalisasikan, sama seperti dana BOS di tingkat sekolah.

Berita Terkait

Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting

DPRD Medan Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi di Medan Tembung

​Kritik Kedua: Penurunan Anggaran KIP Kuliah Non-Eksakta

​Sofyan Tan juga mengkritik kebijakan penurunan anggaran KIP Kuliah untuk program studi non-eksakta berakreditasi baik sekali, dari Rp4 juta menjadi Rp3,2 juta. Menurutnya, hal ini bisa memicu kecemburuan. “Ini bisa menimbulkan kecemburuan dan kemarahan. Perlu dipertimbangkan lagi untuk dikembalikan,” katanya.

​Mendiktisaintek Brian Yuliarto berterima kasih atas masukan tersebut dan berjanji akan mengevaluasi kebijakan itu. “Kami berharap tidak ada penurunan dari yang kemarin,” ungkapnya.

​Kritik Ketiga: Kinerja BAN-PT dan Inspektorat

​Terakhir, Sofyan Tan menyoroti kinerja BAN-PT yang ia anggap belum sepenuhnya profesional. Menurutnya, akreditasi masih bergantung pada fasilitas yang diberikan oleh pihak kampus. Ia juga mengkritik Inspektorat Jenderal yang kerap memeriksa pembukuan kampus swasta padahal PTS tidak pernah menerima anggaran dari negara.

​Brian Yuliarto mengakui adanya pola pikir keliru pada sebagian tim akreditasi yang terkesan sebagai “hakim”. Ia mengatakan, “Sosialisasi sudah dilakukan terkait pola pikir yang keliru tersebut, namun sepertinya masih harus lebih intensif lagi.” Ia juga membandingkan pengalaman akreditasi di Indonesia dengan di Amerika, di mana lembaga akreditasi di sana justru berfokus untuk membantu.(REL/Siong)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com