Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Rapor 100 Hari Presiden Trump, Hanya 39 Persen Warga AS Puas

Oleh Redaksi 15
Rabu, 30 April 2025
Foto: Hanya 39 persen warga AS puas dengan kinerja Presiden Donald Trump yang telah berjalan 100 hari. 

Hanya 39 persen warga AS puas dengan kinerja Presiden Donald Trump yang telah berjalan 100 hari. 

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Memasuki 100 hari pertama masa jabatannya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi kenyataan pahit di mana hanya 39 persen warga AS yang menyatakan puas dengan kinerjanya.

Hal itu berdasar survei terbaru dari The Washington Post dan ABC News. Angka ini mencerminkan menurunnya kepercayaan publik terhadap Trump.

Dunia Internasional: Rapor 100 Hari Presiden Trump, Hanya 39 Persen Warga AS Puas

Iklan Indako SeputarSumut

Meski demikian, Trump tetap merayakan tonggak awal masa kepemimpinannya dengan menggelar kampanye akbar di Michigan, medan pertempuran pemilu yang berhasil ia menangkan melawan Kamala Harris pada November lalu.

Sejak dilantik kembali, Trump telah menjalankan sejumlah kebijakan berani dan kontroversial. Di antaranya, penetapan tarif besar-besaran terhadap produk asing, pemangkasan tenaga kerja federal bersama sekutunya Elon Musk, hingga penghentian berbagai bantuan luar negeri.

Namun, pendekatan agresif ini justru memicu gejolak pasar dan ketidakpastian ekonomi.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Wall Street tercatat turun lebih dari enam persen sejak Trump menjabat, meski sempat naik tipis setelah kabar pelonggaran tarif otomotif.

Trump juga menghadapi kritik keras atas pengetatan kebijakan imigrasi, termasuk praktik deportasi tanpa proses hukum yang banyak diprotes.

Kegagalan Besar

Partai Demokrat tak menyia-nyiakan momentum. Dalam pernyataannya, mereka menyebut 100 hari pertama Trump sebagai kegagalan besar, seraya menuding Trump sebagai penyebab mahalnya biaya hidup, sulitnya pensiun, dan meningkatnya risiko resesi.

“Trump bertanggung jawab atas fakta bahwa hidup makin mahal dan ekonomi berada di ambang jurang,” ujar Komite Nasional Demokrat.

Meski popularitasnya menurun secara nasional, Trump tetap mendapat dukungan kuat dari basis pemilih setianya. Ia bahkan menyatakan bahwa seluruh janji kampanyenya sudah selesai atau dalam proses diselesaikan.

“Saya rasa kami sudah menyelesaikan segalanya, atau sedang dalam tahap akhir,” kata Trump dalam pernyataan sebelum terbang ke kampanye di Michigan.

Namun sejumlah kebijakan yang dijalankannya, termasuk usaha mencabut kewarganegaraan berdasarkan kelahiran, serta penghapusan dana pendidikan tinggi, memicu pertanyaan serius soal batas kekuasaan presiden.

Trump sebelumnya berjanji mengakhiri perang Ukraina dalam 24 jam, namun Rusia disebut telah menolak tawaran gencatan senjata luas. Trump kini menyebut janji itu sebagai “candaan”, meski dalam laporan CNN, ia mengulang klaim tersebut lebih dari 50 kali selama kampanye.

Meski demikian, pendukungnya tetap setia.

“Dia luar biasa. Orang-orang terlalu khawatir soal tarif. Kami tidak peduli – lihat saja hal lain yang mulai berjalan,” kata Donna Fitzsimons, 65 tahun, penjual suvenir di lokasi kampanye Trump di Michigan.(CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com