Asahan – Setelah melakukan pencarian yang intensif selama tiga hari, jenazah seorang remaja bernama Surya Febrian yang berusia 15 tahun, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di Sungai Asahan pada Senin sore, 16 Juni 2025.
Korban sebelumnya dilaporkan telah hanyut pada Sabtu, 14 Juni 2025, dan ditemukan oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Asahan dan Pos SAR Tanjungbalai-Asahan, dengan bantuan warga setempat.
Kabar Daerah: Remaja yang Hanyut di Sungai Asahan Ditemukan Meninggal Dunia
“Korban ditemukan sudah tidak bernyawa, mengapung di permukaan sungai sekitar 10 kilometer dari lokasi dia dilaporkan hilang,” kata Zulfahri saat berbincang dengan wartawan pada Selasa, 17 Juni 2025.
Surya merupakan seorang pelajar SMP yang berasal dari Dusun V, Desa Persatuan, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan. Dia dilaporkan tenggelam saat berenang bersama dua temannya di Sungai Asahan, tepatnya di bawah Jembatan Status Quo di Dusun I, Desa Pulau Rakyat Tua.
Berdasarkan keterangan dari teman-teman korban, setelah pulang sekolah pada Sabtu siang, mereka bermain dan berenang di sungai. Mereka beberapa kali melompat dari jembatan ke dalam aliran sungai. Namun, setelah melompat untuk yang ketiga kalinya, Surya tidak muncul lagi ke permukaan. Teman-temannya yang merasa panik segera meminta pertolongan kepada warga di sekitar.
Setelah usaha awal penyelamatan oleh warga tidak membuahkan hasil, informasi disampaikan ke Koramil 16/Pulau Rakyat. Koramil kemudian mengoordinasikan laporan tersebut kepada pihak kecamatan dan BPBD Kabupaten Asahan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Asahan, Zulfahri Harahap, menyatakan bahwa jenazah Surya ditemukan pada hari ketiga pencarian. Penemuan tersebut berawal dari laporan warga yang melihat tubuh mengapung di permukaan sungai.
“Informasi itu segera disampaikan kepada tim SAR yang sedang melakukan pencarian di area sekitar. Tim langsung menuju lokasi tersebut, melakukan evakuasi, dan membawa jenazah korban ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarganya,” ungkap Zulfahri.
Dia menyatakan rasa terima kasihnya atas kerja sama warga dalam proses pencarian ini. Tanpa partisipasi aktif mereka, pencarian tersebut tentunya akan lebih sulit dilakukan.
Zulfahri juga mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, untuk lebih waspada saat beraktivitas di sungai.
Dia menekankan pentingnya pengawasan dari orang tua serta edukasi mengenai keselamatan di sekitar perairan.
“Pada musim kemarau seperti ini, sungai sering terlihat tenang, tetapi arus di bawah dapat sangat kuat dan berbahaya,” tuturnya.
Saat ini, jenazah korban telah dikebumikan di pemakaman umum desa setempat. Keluarga dan masyarakat merasakan duka mendalam atas kepergian Surya yang dikenal sebagai anak yang aktif dan ceria di sekolah.(mistar)


