Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Resesi Seks di Tiongkok Makin Parah, 15.000-an Sekolah TK Tutup!

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 13 Juli 2024
Foto: Sekolah Tutup

Foto: Sekolah menengah pertama Yumoto di Prefektur Fukushima, salah satu dari cerita suram sekolah di Jepang yang bakal tutup. (REUTERS/ISSEI KATO)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Dampak negatif dari minimnya pernikahan yang menghasilkan keturunan semakin nyata muncul di Tiongkok. Ribuan taman kanak-kanak atau TK di negara tersebut kini tutup.

Mengutip catatan Channel News Asia atau CNA hampir 15.000 TK tutup di Tiongkok tahun lalu, seiring dengan jatuhnya angka penerimaan murid baru sekitar 5,3 juta dibanding 2022.

Dunia Internasional: Resesi Seks di Tiongkok Makin Parah, 15.000-an Sekolah TK Tutup!

Iklan Indako SeputarSumut

“Krisis sudah memukul sektor pendidikan, dengan ribuan prasekolah ditutup di seluruh negeri karena pendaftaran kosong,” tulis laporan CNA dikutip Sabtu (13/7/2024)

Mengutip laporan The Strait Times, tutupnya ribuan TK di negeri tirai bambu itu dipicu oleh semakin berkurangnya populasi anak-anak. Populasi anak di negara itu menyusut imbas dari angka kelahiran di Tiongkok yang merosot.

Biro Statistik Nasional (NBS) mencatat angka kelahiran Tiongkok terus turun ke rekor terendah yaitu 6,39 kelahiran per 1.000 orang. Jumlah ini turun dari 6,77 kelahiran per 1.000 orang pada 2022.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Artinya, hanya ada 9.02 juta bayi yang lahir pada 2023, dibandingkan 9,56 bayi yang lahir pada 2022.

Penyusutan populasi ini menandai fenomena resesi seks dan tantangan demografi yang dihadapi pemerintahan Presiden Xi Jinping di tengah pelemahan ekonomi Tiongkok belakangan ini.

Di sisi lain, populasi negara itu cenderung mengalami peningkatan signifikan pada golongan masyarakat lanjut usia atau lansia pada 2023, dengan penambahan hampir 17 juta orang berusia 60 tahun ke atas.

Kelompok usia tersebut sudah mencakup lebih dari 20 persen populasi, suatu proporsi yang diperkirakan akan meningkat hingga hampir sepertiga pada tahun 2035, menurut Economist Intelligence Unit, sebuah kelompok penelitian.

Pemerintah Tiongkok bahkan memperkirakan bahwa produk dan layanan yang melayani orang tua – dari pariwisata ramah lansia hingga perawatan medis berbasis teknologi – dapat bernilai 30 triliun yuan, setara US$ 4,13 triliun pada 2035.

“(Masalahnya) menjadi sangat jelas saat jumlah anak terus berkurang,” kata kepala sekolah sebuah TK Li Xiuling yang dikutip dari The Straits Times.

Sebagian TK yang tidak lagi beroperasi akhirnya dialihkan menjadi tempat lain, salah satunya menjadi klinik kesehatan lansia di Provinsi Shanxi.

Hal ini juga yang dilakukan Li pada sekolah TK yang ia dirikan pada tahun 2005, dan terpaksa harus tutup pada tahun 2023. Sejak saat itu, ia telah mengubahnya menjadi pusat kesehatan dan sosial lansia di lingkungannya.

“Setelah taman kanak-kanak saya kosong, saya berpikir bagaimana memanfaatkannya sebaik mungkin,” tuturnya. (cnbcindonesia/ss)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com