Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Rusia Tak Lagi Merasa Terikat Moratorium Penempatan Rudal

Oleh Redaksi 15
Selasa, 5 Agustus 2025
Foto: Rusia Tak Lagi Merasa Terikat Moratorium Penempatan Rudal
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – Rusia kini tidak lagi merasa terikat pada moratorium penempatan rudal jarak menengah dan pendek.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Senin (4/8), sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Dunia Internasional: Rusia Tak Lagi Merasa Terikat Moratorium Penempatan Rudal

Iklan Indako SeputarSumut

Sejak Amerika Serikat keluar dari perjanjian rudal pada tahun 2019, Rusia sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak akan meluncurkan senjata jenis itu selama Washington tidak melakukannya.

Namun baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengungkapkan bahwa Moskow merasa perlu merespons apa yang disebutnya sebagai “tindakan yang mengacaukan” oleh AS dan NATO dalam konteks strategis.

“Karena situasi berkembang menuju pengerahan rudal darat jarak menengah dan pendek buatan AS di Eropa dan kawasan Asia-Pasifik, Kementerian Luar Negeri Rusia mencatat bahwa persyaratan untuk mempertahankan moratorium sepihak atas pengerahan senjata serupa telah hilang,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Sementara itu, pada hari Senin yang lalu, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengaitkan tindakan pencabutan moratorium rudal nuklir jarak pendek dan menengah dengan negara-negara NATO.

Ia menyatakan bahwa Moskow akan mengambil tindakan lebih lanjut sebagai respons terhadap hal tersebut.

Medvedev, yang terlibat dalam perdebatan sengit dengan Presiden AS Donald Trump di platform media sosial, memberikan pendapatnya setelah Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menganggap diri mereka terikat oleh moratorium penggelaran rudal nuklir jarak pendek dan menengah.

“Pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia tentang pencabutan moratorium pengerahan rudal jarak menengah dan pendek merupakan hasil dari kebijakan anti-Rusia negara-negara NATO,” tulis Medvedev dalam bahasa Inggris di X.

“Ini adalah kenyataan baru yang harus dihadapi oleh semua lawan kita. Nantikan langkah-langkah selanjutnya,” imbuhnya.

Medvedev, yang saat ini menjabat sebagai wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia, tidak menawarkan rincian lebih lanjut tentang pernyataan yang dia buat.

Sebelumnya, Amerika Serikat mengundurkan diri dari kesepakatan mengenai penempatan rudal nuklir jarak menengah dan pendek (Intermediate-Range Nuclear Forces/INF) pada tahun 2019 dengan alasan bahwa Rusia telah melanggar kesepakatan. Rusia kemudian menyatakan bahwa mereka tidak akan memasang senjata tersebut jika Washington juga tidak melakukannya.

Perjanjian INF ditandatangani pada tahun 1987 oleh pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, dan Presiden AS, Ronald Reagan. Kesepakatan ini menghapus semua kategori senjata rudal yang diluncurkan dari tanah dengan jarak antara 500 hingga 5. 500 kilometer.(cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com