Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Soal Suara PSI Janggal, KPU: Teknologi OCR Sirekap Tidak Akurat

Oleh Redaksi 15
Senin, 4 Maret 2024
Foto: Soal Suara PSI Janggal, KPU: Teknologi OCR Sirekap Tidak Akurat
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah anggapan tentang penggelembungan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2024.

Komisioner KPU Idham Holik menyatakan kekeliruan data dalam situs pemilu2024.kpu.go.id terjadi karena teknologi Optical Character Recognition (OCR) yang kurang akurat.

Sorot Politik: Soal Suara PSI Janggal, KPU: Teknologi OCR Sirekap Tidak Akurat

Iklan Indako SeputarSumut

“Tidak ada terjadi penggelembungan suara, yang ada adalah ketidakakuratan teknologi OCR dalam membaca foto formulir mode C.HASIL plano,” kata Idham, Senin (4/3).

Dia menjelaskan bahwa teknologi tersebut dipakai dalam Sirekap KPU. Teknologi itu digunakan sebagai perangkat untuk membaca foto formulir C-hasil.

Akan tetapi, OCR dalam Sirekap itu kurang akurat, sehingga terjadi kekeliruan data yang terinput. Akibatnya, ada perbedaan angka antara yang dipublikasikan di situs pemilu.kpu.go.id dengan hasil penghitungan suara manual.

Berita Terkait

Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting

DPRD Medan Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi di Medan Tembung

Idham mengatakan KPU hingga saat ini masih terus memperbarui keakurasian data Sirekap.

“Sejak awal, sesuai rekomendasi Bawaslu, bahwa Sirekap harus diakurasi datanya sesuai data C.HASIL plano. Dan data itu sedang dalam proses akurasi,” ujarnya.

Idham juga menegaskan bahwa perolehan suara yang dijadikan acuan nanti bukan dari hasil pencatatan sirekap, melainkan penghitungan berjenjang.

“Oleh karena itu mari ikuti proses rekapitulasi secara berjenjang itu karena kami telah perintahkan kepada KPU provinsi, KPU kab/kota, PPK, dalam melaksanakan rekapitulasi harus menyiarkan secara langsung live streaming di internet,” jelasnya.

Suara PSI menjadi sorotan karena terjadi lonjakan. Pada 1 Maret pukul 06.00 WIB, berdasarkan 65,34 persen data masuk, suara PSI sebesar 2.291.882 suara.

Namun, berdasarkan data real count KPU hari ini berdasarkan 65,80 persen data masuk, suara PSI mencapai 2.404.270 atau 3,13 persen total suara secara nasional.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) menilai ledakan suara PSI patut dicurigai meski kenaikannya belum sampai 4 persen.

“Tetapi, jika melihat pola loncatnya tidak lazim karena data masuk ke data realcount KPU sudah mencapai 65, 80 persen,” kata Karyono.

Merujuk data Quick Count dari sejumlah lembaga survei, PSI diprediksi tidak lolos parlemen karena perolehan suaranya berada di kisaran antara 2,6 sampai 2,8 persen. Sementara margin error 1 persen dengan sampel 3000 TPS.

Karyono mengingatkan selama ini hasil perhitungan cepat atau quick count selalu presisi karena selisihnya dengan hasil penghitungan KPU sangat tipis, yaitu selisihnya 0,1 sampai 1 persen asalkan dilakukan sesuai kaidah survei yang benar.

“Perolehan suara PSI versi quick count paling tinggi 2,8, katakanlah naik 1 persen itu baru 3,8 persen jadi tidak sampai 4 persen,” ujarnya. (cnnindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com