Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Suhu 51 Derajat Celcius, Ratusan Jamaah Haji Meninggal di Makkah

Oleh Redaksi 15
Kamis, 20 Juni 2024
Foto: Suhu udara 51 derajat celcius membuat jamaah haji menggunakan payung di Makkah.

Suhu udara 51 derajat celcius membuat jamaah haji menggunakan payung di Makkah.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Riyadh | Ratusan jamaah haji tercatat dinyatakan meninggal dunia bersamaan serangan panas menyengat di Mekkah, Arab Saudi, dengan suhu udara mencapai 51,8 derajat celcius.

Mayoritas jamaah yang meninggal dunia itu berasal dari Indonesia meski serangan panas bukan menjadi penyebab utamanya.

Dunia Internasional: Suhu 51 Derajat Celcius, Ratusan Jamaah Haji Meninggal di Makkah

Iklan Indako SeputarSumut

Tercatat 23 warga negara Tunisia meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji tahun ini dengan sejumlah keluarga masih mencari kerabatnya yang hilang di rumah sakit Arab Saudi seperti dilaporkan Kantor berita negara Tunisia, Agence Tunis-Afrique-Presse.

Anggota keluarga korban menyebutkan kematian disebabkan cuaca panas ekstrim. Kementerian Luar Negeri Yordania melaporkan enam warganya meninggal dunia karena sengatan panas selama haji yang dilansir di media sosial.

Jumlah korban meninggal dunia telah meningkat menjadi 14, tetapi tidak disebutkan alasan kematian berikutnya. Sementara itu, kantor berita negara Iran, IRINN, melaporkan 11 warga negara Iran meninggal dan 24 dirawat di rumah sakit selama haji.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Namun tidak disebutkan apa penyebab kematiannya. Tiga warga negara Senegal juga meninggal dunia selama haji, menurut laporan Agence de Presse Sénégalaise.

Sedangkan 144 warga negara Indonesia meninggal selama haji, menurut data yang dibagikan Kementerian Kesehatan Indonesia, Rabu (19/6/24). Data itu tidak menyebutkan apakah ada kematian yang disebabkan oleh sengatan panas.

Kepanikan, kebakaran tenda, dan kecelakaan lainnya telah menyebabkan ratusan kematian selama haji dalam 30 tahun terakhir, yang memaksa pemerintah Saudi untuk membangun infrastruktur baru.

Pihak berwenang kini menghadapi tantangan baru dalam melindungi jamaah haji dari panas ekstrem. Sebuah studi tahun 2024 oleh Journal of Travel and Medicine menemukan di tengah meningkatnya suhu global, memburuknya panas mungkin lebih cepat daripada strategi mitigasi.

Sementara sebuah studi yang dikeluarkan pada 2019 oleh Geophysical Research Letters menyebut bahwa ketika suhu meningkat di Arab Saudi yang sudah gersang karena perubahan iklim, jamaah haji akan menghadapi ‘bahaya ekstrim’.

Seorang pejabat kesehatan Saudi menyebut bahwa pihak berwenang tidak melihat adanya kematian yang tidak biasa di antara jamaah haji yang melaksanakan haji selama suhu yang sangat tinggi.

“Alhamdulillah, kami belum melihat adanya angka morbiditas dan mortalitas yang tidak normal atau menyimpang dari angka normal,” kata Jameel Abu Elanain, Kepala Direktorat Darurat Kementerian Kesehatan yang dilansir dari Reuters.

Sejauh ini, lanjutnya, kementerian telah merawat lebih dari 2.700 jamaah haji yang menderita penyakit akibat panas.

“Haji adalah tugas yang sulit, jadi Anda harus mengerahkan upaya dan melakukan ritual bahkan dalam kondisi panas dan berdesakan,” kata seorang jamaah haji asal Mesir.

Jamaah haji menggunakan payung untuk melindungi diri dari matahari, sementara otoritas Saudi telah mengeluarkan peringatan kepada jamaah haji untuk tetap terhidrasi dan menghindari berada di luar ruangan selama jam-jam terpanas di siang hari antara pukul 11 pagi dan 3 sore. (katadata)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com