Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Terendus 2 Kejanggalan Penembakan Trump

Oleh Redaksi 15
Senin, 15 Juli 2024
Foto: Donald Trump Ditembak

Mantan Presiden AS Donald Trump diselamatkan sejumlah pengawal usai terkena tembakan. (REUTERS/Brendan McDermid)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Sejumlah kejanggalan dalam pengamanan terendus pasca-insiden penembakan eks presiden Amerika Serikat Donald Trump di Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024) lalu.

Mulai dari polisi lokal yang sempat mendekati pelaku penembakan hingga aparat kurang koordinasi dengan secret service atau pasukan pengamanan presiden (paspampres).

Dunia Internasional: Terendus 2 Kejanggalan Penembakan Trump

Iklan Indako SeputarSumut

Berikut deret kejanggalan pengamanan kala insiden penembakan Donald Trump.

1. Polisi sempat lihat dan dekati pelaku
Menurut Sheriff Butler County, Michael T. Slupe, seorang aparat kepolisian sempat melihat dan mendekati pelaku sebelum insiden penembakan terjadi.

Slupe menyebut aparat tersebut sudah melihat sang pelaku berada di atap selama kampanye Trump berlangsung.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Polisi sebelumnya menerima telepon mengenai orang mencurigakan di luar perimeter kampanye. Dalam telepon itu, tak ada petunjuk bahwa orang itu memiliki pistol.

Polisi pun bergegas mencari orang mencurigakan tersebut. Ketika hendak ke atap, petugas berupaya membantu petugas lain memanjat pinggiran atap. Namun, belum selesai menapak, sang pelaku penembakan menyadari keberadaan polisi dan berbalik menghadap aparat.

Ia langsung menodongkan senjata ke arah polisi. Polisi akhirnya mengurungkan niat untuk naik guna menyelamatkan nyawanya sendiri.

Setelah polisi pergi, pelaku pun memberondong tembakan ke arah Trump dan mengenai telinga sang eks presiden.

2. Kurangnya koordinasi dengan secret service dan lembaga lain
Kepada CNN, Slupe mengakui pihaknya kurang berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait pengamanan kampanye Trump.

Slupe mengatakan aparat tidak diberitahu mengenai informasi atau tanda bahaya menjelang kampanye.

Sekitar sepekan sebelum kampanye, ada pertemuan besar di mana Dinas Rahasia AS, polisi negara bagian, polisi kota, tim penjinak bom, dan lembaga penegak hukum lainnya membahas peran dan tanggung jawab masing-masing dalam pengamanan kampanye.

“Setiap orang yang memiliki peran potensial ada dalam pertemuan itu,” kata Slupe kepada CNN.

Selain pertemuan tersebut, ada pertemuan lain pula untuk persiapan keamanan. Menurut Slupe, hanya di pertemuan ini semua level lembaga pengamanan hadir.

“Ini sedang diselidiki. Pada akhirnya kami akan mengambil pelajaran dari peristiwa ini,” kata Slupe. (cnnindonesia)

Teori Konspirasi
Sementara itu teori konspirasi tentang penembakan Donald Trump menyebar luas di X, yang dulunya bernama Twitter. Ini terjadi saat pemilik medsos itu, Elon Musk, mengungkap dukungannya pada mantan Presiden AS itu.

Pada Sabtu (13/7), Trump ditembak saat berorasi dalam kampanye di Pennsylvania, AS. Ia tak mati, hanya berdarah pada telinga kanan.

Usai penembakan itu, pemilik X, Elon Musk, mengunggah pernyataan bahwa dia “mendukung sepenuhnya” mantan presiden tersebut.

Bloomberg merilis laporan bahwa Musk menyumbang ke super PAC yang merupakan mendukung Trump, dan memberikan “jumlah yang cukup besar” agar terpilih kembali.

Dalam beberapa tahun terakhir, Musk banyak mempromosikan teori konspirasi ‘great replacement’ (pengganti yang hebat) dan mendukung white pride. Dukungannya menambah semakin banyak suara berpengaruh di Silicon Valley yang mempromosikan kampanyenya.

Usai insiden Trump, Platform miliknya itu pun memviralkan sejumlah tagar, termasuk ‘#falseflag’ dan ‘staged’ kepada pengguna.

Musk pun gigih menggadang-gadang “kebebasan berpendapat” di platform media sosial itu, termasuk informasi yang salah seperti di atas.

Tiap trending topic yang muncul di X yang terkait Trump dipenuhi dengan teori konspirasi meski tanpa bukti yang kuat.

Saat mengklik salah satu topik, contohnya, Anda akan menemukan sebagian besar postingan pendek dari pengguna X yang mengatakan bahwa penembakan tersebut terlihat palsu atau sebuah aksi. Tak ada bukti konkret.

Namun, dengan menempatkan topik tersebut ke dalam area trending topik X, konspirasi tersebut akan menyebar ke lebih banyak orang.

Platform media sosial besar lainnya, melansir The Verge, menangani situasi ini dengan lebih baik segera setelah penembakan tersebut. YouTube menampilkan klip berita dan sebagian besar mengarahkan hasil penelusuran ke laporan berita dan pembuat konten terverifikasi.

Hasil pencarian Facebook terutama mengarah ke outlet berita; platform ini menghapus bagian topik yang sedang tren pada 2018 karena keluhan terus-menerus tentang kurasinya.

Topik-topik tersebut kadang-kadang menampilkan postingan terkait konspirasi di atas topik yang sedang tren untuk insiden tersebut.

X tidak merespons permintaan konfirmasi terkait hal ini. Email ke tim medianya berbalas komentar otomatis yang mengatakan, “Busy now, please check back later.”

Perusahaan, sejauh pengamatan, mengambil peran sebagai pusat diskusi, baik itu akurat atau tidak, dalam berbagai isu.

Bahkan, ketika topik teori konspirasi terus menjadi tren, akun resmi X memposting catatan singkat malam ini yang hanya mengatakan, “alun-alun kota global.” (cnnindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com