Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengirimkan 700 anggota marinir serta menambahkan 2. 000 personel Garda Nasional ke Los Angeles, akibat protes imigran yang mulai memanas.
Pengiriman pasukan tambahan tersebut dilakukan Trump setelah ia menyaksikan para pengunjuk rasa menguasai jalan-jalan di pusat kota LA pada Minggu (8/6), membakar kendaraan, dan melakukan penjarahan di toko-toko setempat.
Dunia Internasional: Trump Kirim 700 Marinir dan 2.000 Garda Nasional, Protes Imigran Mulai Memanas
“Orang-orang yang menyebabkan masalah adalah agitator dan pemberontak,” kata Trump kepada wartawan di Washington, seperti dikutip AFP.
Di platform media sosial, Trump juga menyatakan bahwa para demonstran meludahi anggota keamanan. Dia menekankan bahwa jika para pengunjuk rasa melanjutkan perilaku tersebut, maka hal itu tidak akan dibiarkan begitu saja.
Trump merasa tidak memiliki opsi lain selain memerintahkan penempatan pasukan untuk mencegah agar kekerasan tidak menyebar dan menjadi tak terkendali.
Komando Utara Amerika Serikat mengungkapkan bahwa satu batalion marinir akan dikerahkan untuk membantu menjaga keselamatan aset dan personel federal, hingga pasukan Garda Nasional tambahan tiba di lokasi kejadian.
Dalam pernyataannya, pihak militer menjelaskan bahwa “penempatan marinir” bertujuan untuk memberikan perlindungan berkelanjutan di daerah tersebut, untuk mendukung lembaga federal yang utama.
Sementara itu, pemerintah California yang mengelola wilayah Los Angeles mengungkapkan bahwa personel marinir hanya akan dipindahkan ke pangkalan yang lebih dekat dengan Los Angeles, dan secara teknis tidak akan berada di jalanan.
Menurut Reuters, saat ini pemerintahan Trump tidak menggunakan Undang-Undang Pemberontakan, yang memungkinkan pasukan untuk terlibat langsung dalam penegakan hukum sipil.
Aksi demonstrasi di jalanan kota Los Angeles masih berlanjut sejak dimulai pada hari Jumat (6/9) yang lalu.
Aksi unjuk rasa tambahan bahkan disebut akan digelar di belasan kota termasuk Atlanta, Boston, Chicago, New York City, dan San Francisco.
Aksi unjuk rasa demonstran yang telah berlangsung selama empat hari ini telah menyebabkan puluhan orang ditangkap hingga beberapa kerusakan properti.
Salah satu tuntutan para pedemo adalah mendesak pembebasan para imigran yang ditahan di fasilitas penahanan federal Los Angeles.
“Apa yang terjadi berdampak pada setiap warga AS, setiap orang yang ingin hidup bebas, terlepas dari berapa lama keluarga mereka telah tinggal di sini,” kata seorang demonstran, Cerrato asal Meksiko-Honduras.
Pemerintah Trump berpendapat pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya terlalu banyak mengizinkan imigran untuk memasuki negara itu.Trump bersikeras bakal mendeportasi sejumlah besar yang berada di AS secara ilegal, menutup perbatasan AS-Meksiko, dengan menetapkan target setidaknya 3.000 penangkapan setiap hari.(sg/cnni)


