Jakarta, SeputarSumut – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan merasa marah, setelah serangan yang dilakukan Israel mengakibatkan kematian warga Gaza yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa keadaan di Gaza saat ini bukanlah yang diinginkan oleh Trump.
Dunia Internasional: Trump Marah usai Israel Tembaki Warga Gaza saat Menunggu Bantuan
“Presiden tak pernah suka melihat itu. Dia ingin pembunuhan itu berakhir, dan dia ingin menegosiasikan gencatan senjata di wilayah ini,” kata Leavitt pada Senin ( 21/7) dikutip Times of Israel.
Dia lalu berujar, “Ia ingin semua sandera dibebaskan dari Gaza. Itu telah menjadi prioritas utama bagi presiden ini.”
Trump memang mengajukan sebuah rencana damai untuk situasi di Gaza antara Israel dan Hamas. Namun, rencana tersebut lebih mengutamakan kepentingan Israel dan mengabaikan hak-hak penduduk Gaza.
Salah satu isu yang banyak dibicarakan adalah pemindahan paksa penduduk Gaza dari tempat tinggal mereka. Ide ini ditolak secara tegas oleh komunitas internasional karena dianggap sebagai tindakan pembersihan etnis.
Dalam kesempatan tersebut, Leavitt juga menyatakan bahwa Trump ingin agar bantuan disalurkan dengan aman tanpa ada korban, sambil menjamin bahwa bantuan tidak jatuh ke tangan Hamas.
Trump, menurutnya, sangat tidak suka melihat gambar-gambar penderitaan yang dialami wanita dan anak-anak di Gaza.
Beberapa waktu yang lalu, Israel menyerang warga Gaza yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan. Akibat dari tindakan kejam ini, lebih dari 90 orang kehilangan nyawa.
Selama periode agresi, Israel sering kali menyerang warga yang sedang menunggu bantuan atau kerumunan lainnya dengan alasan menjaga ketertiban.
Hingga saat ini, Israel telah menghilangkan lebih dari 58. 000 nyawa warga Palestina serta merusak rumah-rumah dan fasilitas umum masyarakat.(cnni)


