Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Unjuk Rasa Pilpres Venezuela, 2.000 Orang Lebih Ditahan

Oleh Redaksi 15
Senin, 5 Agustus 2024
Foto: Aparat penegak hukum Venezuela menangkap lebih dari 2.000 pengunjuk rasa di tengah kerusuhan massal yang dimulai setelah pemilihan presiden 28 Juli 2024.

Aparat penegak hukum Venezuela menangkap lebih dari 2.000 pengunjuk rasa di tengah kerusuhan massal yang dimulai setelah pemilihan presiden 28 Juli 2024.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Caracas | Aparat penegak hukum Venezuela telah menangkap lebih dari 2.000 pengunjuk rasa di tengah kerusuhan massal yang dimulai setelah pemilihan presiden baru-baru ini, demikian Presiden Maduro dalam pernyataan resmi.

Maduro mengatakan mereka akan ditahan di dua penjara dengan tingkat keamanan tinggi.

Dunia Internasional: Unjuk Rasa Pilpres Venezuela, 2.000 Orang Lebih Ditahan

Pada 29 Juli, setelah pemilihan presiden, protes oposisi skala besar terjadi di Venezuela, dengan beberapa aktivis bentrok dengan polisi dan melakukan tindakan vandalisme.

Oposisi Venezuela yakin bahwa kandidatnya memenangi pemilihan dengan telak.

Maduro mengatakan pada 31 Juli bahwa lebih dari 1.200 orang telah ditahan sejak protes dimulai. Mereka dituduh melakukan perusakan infrastruktur negara, hasutan kebencian, dan terorisme.

“Mereka mengira serangan kriminal, penyergapan, guarimbas (kerusuhan dengan kekerasan) akan berlanjut lagi selama 60 hari, 120 hari (seperti selama protes massal pada tahun 2014 dan 2017), itulah yang mereka harapkan,” kata Maduro.

“Namun dalam waktu 48 jam, berkat respons dari persatuan polisi-militer-sipil, kami berhasil mengatasi percikan fasis, dengan bantuan konstitusi dan dengan cara yang damai.

“Kami menahan 2.000 orang, mereka akan dikirim ke Tocoron dan Tocuyito (penjara dengan keamanan tertinggi). Dengan hukuman maksimal. Keadilan. Kali ini tidak akan ada pengampunan,” kata Maduro dalam pidatonya di sebuah rapat umum di depan istana presiden.

Para tahanan telah “meninggalkan bukti dengan video yang mereka rekam,” kata sang presiden, seraya menambahkan bahwa 80 persen dari mereka yang terlibat dalam aksi kekerasan, yang membakar unit-unit pemilihan dan departemen-departemen regional Dewan Pemilihan Nasional, telah ditahan.

Pemilihan presiden di Venezuela diadakan pada 28 Juli. Keesokan harinya, Dewan Pemilihan Nasional menyatakan Nicolas Maduro, yang memperoleh lebih dari 51 persen suara, sebagai pemenang.

Oposisi Venezuela mengeklaim kemenangan telak dalam pemilihan tersebut, dengan mengutip lembar penghitungan suara yang mereka peroleh dari tempat-tempat pemungutan suara di seluruh negeri.

Anggota parlemen Amerika Serikat dan Eropa yang bertanggung jawab atas urusan luar negeri mengeluarkan pernyataan bersama pada Jumat yang mengatakan pemimpin oposisi Edmundo Gonzalez memenangi pemilihan presiden Venezuela dan berjanji akan meminta pertanggungjawaban Maduro jika ia menolak melepaskan kekuasaan.

Moskow mengatakan oposisi Venezuela harus mengakui kekalahan dalam pemilihan tersebut.

Selain itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan negara-negara ketiga agar tidak mendukung upaya untuk mengacaukan situasi di dalam Venezuela. (antara)

Iklan Indako SeputarSumut

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com