Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Warga AS Ramai-Ramai Desak Biden Mundur dari Capres

Oleh Redaksi 15
Senin, 1 Juli 2024
Foto: Warga AS Ramai-Ramai Desak Biden Mundur dari Capres
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Ramai-ramai warga Amerika Serikat (AS), termasuk pemilih dari Partai Demokrat menginginkan Presiden Joe Biden mundur dari calon presiden (capres). Ini merupakan dampak terbaru dari debat pemilu AS, yang dilakukan Kamis pekan lalu.

Hal itu terlihat dalam beberapa jajak pendapat terbaru. Pada debat pertama melawan capres Partai Republik yang juga mantan presiden Donald Trump, Biden mendapat banyak kritik karena dianggap muncul dengan mengkhawatirkan- suara serak dan pernyataan yang terbata-bata-, mengindikasikan kekhawatiran pemilih pada umurnya yang mencapai 81 tahun.

Dunia Internasional: Warga AS Ramai-Ramai Desak Biden Mundur dari Capres

Iklan Indako SeputarSumut

“Dalam jajak pendapat Morning Consult, 60% responden dari Partai Republik dan Demokrat mengatakan presiden harus digantikan oleh partainya pada pemilu bulan November. Sementara 11% lainnya tidak yakin,” tulis The Guardian, dikutip Senin (1/7/2024).

Secara rinci, survei itu menunjukkan bahwa separuh Partai Demokrat (47%) menginginkan Biden keluar (resign) dari pencalonan, dibanding dengan independen (59%) dan dari Partai Republik )59%). Namun tidak ada pengganti jelas untuk Biden, meski Wakil Presiden Kamala Harris mendapat dukungan 30% dan Gubernur California Gavin Newsom memperoleh 20%.

Dalam jajak pendapat lain, YouGov misalnya, sebagian besar responden berpendapat Trump memenangkan debat tersebut. Di mana 30% anggota Partai Demokrat percaya bahwa orang lain selain Biden akan memberikan peluang terbaik bagi partai tersebut untuk menang pada bulan November.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Menurut jajak pendapat Data for Progress, sebagian besar pemilih menganggap Biden, yang akan berusia 82 tahun pada awal masa jabatan kedua, terlalu tua untuk mencalonkan diri lagi. Sebanyak 53% mengatakan mereka mengkhawatirkan usianya, serta kesehatan fisik dan mentalnya sedangkan 42% mengatakan mereka lebih mengkhawatirkan hukuman pidana Trump, persidangan lain yang akan datang, dan ancaman terhadap demokrasi.

Survei paling buruk bagi Biden di dapat dari pooling Korps Demokrasi terhadap pemilih yang condong ke Partai Demokrat. Mengutip Politico, mereka mengggambarkan Biden dengan kata-kata seperti “bingung”, “lemah”, dan “demensia”.

Di sisi lain, mengutip Reuters, seruan keras agar Biden mundur juga muncul dari sejumlah editorial media AS. Ini paska survei media CBS pasca debat, yang menunjukkan peningkatan 10 poin dalam jumlah anggota Partai Demokrat yang percaya Biden tidak seharusnya mencalonkan diri sebagai presiden, 36% menjadi 46%.

“Kebenaran yang disayangkan adalah Biden harus mundur dari pencalonan, demi kebaikan bangsa yang telah ia layani dengan sangat mengagumkan selama setengah abad,” kata Atlanta Journal-Constitution dalam editorialnya pada hari Minggu.

“Pensiun sekarang diperlukan bagi Presiden Biden, muat laman itu.

Hal sama juga diutarakan editorial New York Times. Ditegaskan bahwa Biden dalam debat pekan lalu, tak seperti Biden empat tahun lalu.

“Pada debat hari Kamis, presiden perlu meyakinkan publik Amerika bahwa ia memenuhi tuntutan berat dari jabatan yang ingin ia pertahankan untuk masa jabatan berikutnya. Namun, para pemilih tidak bisa diharapkan untuk mengabaikan apa yang terlihat jelas: Biden tidak lagi seperti empat tahun lalu,” jelas laman itu.

“Dia kesulitan menjelaskan apa yang akan dia capai di masa jabatan kedua. Dia kesulitan menanggapi provokasi Trump. Dia berjuang untuk meminta pertanggungjawaban Trump atas kebohongannya, kegagalannya, dan rencananya yang mengerikan. Lebih dari sekali, dia berjuang untuk mencapai akhir kalimat,” tegasnya.

Hal lain yang disoroti juga terkait kasus putra Biden, Hunter, yang pada 11 Juni lalu menjadi anak pertama dari seorang presiden AS yang menjabat pertama, yang dihukum karena melakukan kejahatan. Juri memutuskan dia bersalah karena berbohong, menggunakan narkoba ilegal ketika dia membeli pistol pada tahun 2018.

Respon Partai Biden, Obama-Clinton
Sementara itu, para petinggi Partai Demokrat mengesampingkan kemungkinan menggantikan Biden. Para pemimpinnya secara resmi menolak itu dalam pertemuan terbaru kemarin.

“Sama sekali tidak,” jawab Senator Partai Demokrat Georgia Raphael Warnock.

“Saya bersama Joe Biden, dan tugas kami adalah memastikan dia mencapai garis finis pada bulan November,” tegasnya.

Di sisi lain mantan Presiden AS Barrack Obama dan juga Bill Clinton mencoba membantu menenangkan kekhawatiran. Keduanya mengakui kelemahan kinerja debat Biden tetapi meminta para pemilih untuk mengabaikannya.

“Malam debat yang buruk sering terjadi. Percayalah, saya tahu. Namun pemilu ini masih merupakan pilihan antara seseorang yang telah berjuang untuk rakyat biasa sepanjang hidupnya dan seseorang yang hanya peduli pada dirinya sendiri,” kata Obama yang juga dari Partai Demokrat AS, dalam sebuah postingan di X.

“Saya serahkan penilaian debat kepada para pakar, tapi inilah yang saya tahu: fakta dan sejarah penting,” kata Clinton juga dalam postingannya di X memberi dukungan ke Biden. (cnbcindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com